Minggu, Desember 7, 2025
MEDIAACEH.CO
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom
No Result
View All Result
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom
No Result
View All Result
MEDIAACEH.CO
Home News

Plt Gubernur Aceh Minta Petani Milenial Terus Berinovasi

by Redaksi
17 Desember 2019
in News
Reading Time: 3 mins read
Plt Gubernur Aceh Minta Petani Milenial Terus Berinovasi
FacebookTwitterWhatsppLine

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyambut kepulangan 20 orang petani Aceh dari Thailand yang telah mengikuti program “Magang Petani Milenial Aceh Tahun 2019” di rumah dinasnya, Banda Aceh, Senin 16 Desember 2019.

Sebelumnya, para peserta magang itu diberangkatkan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh pada tanggal 24 November lalu untuk mempelajari budidaya tanaman kelapa pandan wangi yang merupakan jenis kelapa unggulan dari Negeri Gajah Putih. Para peserta magang tersebut merupakan alumni dari sejumlah SMK Pembangunan Pertanian (PP) di Aceh.

Plt  Gubernur mengatakan, para petani milenial Aceh yang sudah dimagangkan ke Thailand, kini telah menjadi petani yang memiliki nilai lebih dan kemampuan inovatif sesuai dengan era industri  4.0 . Oleh karena itu, ia berharap mereka dapat menjadi pelopor dalam meningkatkan produktivitas dan vitalitas para petani lain di Aceh.

“Vitalitas itu bagaimana bisa membuat para petani bersemangat, suka, dan merasa bergengsi dengan apa yang dikerjakannya,”kata  Nova saat menerima kepulangan para petani magang dari Thailand, di rumah dinasnya, Senin 16 Desember 2019.

Nova mengatakan, magang merupakan wadah untuk mempelajari berbagai aspek pertanian yang tidak terdapat di Aceh, bahkan di buku sekalipun.

“Magang itu untuk melihat sisi-sisi yang tak bisa diukur, seperti kultur, bagaimana mereka begitu bergairah bertani. Bagaimana mereka menggunakan teknologi dan bagaimana mereka memformat bahwa pertanian itu adalah bisnis,” kata Nova.

Selain itu, para peserta magang tersebut juga diminta untuk terus berinovasi dan memodifikasi pertanian yang ada di Indonesia, khususnya Aceh menuju ke arah lebih baik.

“Kalian adalah petani yang masuk di era 4.0, jadi tidak boleh lagi melakukan pertanian yang model biasa saja seperti selama ini. Termasuk pada aspek bisnisnya, sebagai ilustrasi, semua petani di Jawa Timur itu pada wilayah bisnisnya sudah bekerjasama dengan marketplace,” ujar Nova.

Nova berharap, semua materi yang telah dikuasai selama magang dapat ditindak lanjuti dan dikembangkan di Aceh. Selain itu, kata dia, mereka nantinya juga akan dilibatkan untuk membantu pemerintah di bidang pertanian.

Nova menganggap, mereka yang telah menjalankan magang tersebut telah memiliki nilai lebih di sektor pertanian. Karena itu, kata dia, apabila ada program magang lagi ke depan, mereka juga akan dilibatkan untuk membantu memberi pembekalan atau pun merancang kerangka acuan magang.

“Bisa saja nanti kalian magang lagi, tapi mempelajari aspek yang lebih spesialis, di mana belajarnya khusus packaging, khusus memanen, khusus pengolahan dan khusus mempelajari bisinis agro nya,”kata Nova.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun)  Aceh, A Hanan, mengatakan para petani yang dikirim oleh Distanbun Aceh ke Thailand berjumlah 20 orang.

“Mereka dikirim ke Songkla Thailand dan dibimbing langsung oleh pihak Prince of Songkla University,” kata Hanan.

Di sana, kata Hanan, selama 21 hari mereka belajar budidaya dan pengembangan kelapa pandan wangi mulai dari penanaman, pemanenan, packaging, sampai dengan pemasarannya.

Para peserta magang tersebut merupakan alumni dari sejumlah SMK Pembangunan Pertanian (PP) di Aceh.

Sementara itu, salah satu peserta magang, Cut Vira, mengaku, setelah menjalani magang dirinya sangat bersemangat dan ingin mengembangkan sektor pertanian Aceh.

Menurut dia, masih banyak kekurangan dari proses pemasaran produk pertanian selama ini. Salah satunya adalah packaging yang masih lemah, hingga menyebabkan nilai jual pun rendah.

“Jadi bagian packaging ini perlu kita perhatikan, perlu kita bina para petani lainnya tentang hal itu agar nilai jual komoditasnya pun meningkat. Yang lainnya juga, di Thailand itu sangat diharuskan agar menanam pertanian organik, perusahaan di sana tidak menerima bila bukan organik,” kata Cut.

Bantuan Usaha

Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur Nova juga berjanji akan memberi modal usaha untuk pembelian bibit kelapa pandan wangi bagi setiap peserta magang tersebut.

Plt Gubernur berharap, bantuan modal tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk pengembangan kelapa pandan wangi di Aceh.

Setiap peserta akan menerima bantuan usaha sejumlah Rp 5 juta. Untuk diketahui, sebatang bibit kelapa pandan wangi ditaksir berharga Rp 200 ribu.

Ikut hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto dan Juru Bicara Pemerintah Aceh Wiratmadinata.[]

Tags: Petani Aceh Magang ke ThailandPetani MilenialPlt Gubernur Aceh
Previous Post

Pelatda PON Papua Dimulai Februari 2020

Next Post

Rektor Unsyiah Lantik Tiga Pejabat Baru

JanganLewatkan!

Kemensos Dirikan Empat Dapur Umum di Subulussalam

Pemerintah Aceh Buka Layanan Pengiriman Bantuan via Laut

by Redaksi
5 Desember 2025
0

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh - Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh membuka layanan pengiriman bantuan kemanusian bencana banjir dan longsor...

Bantu Warga, Gerindra Fokuskan Distribusi ke Daerah Paling Parah Terendam

Bantu Warga, Gerindra Fokuskan Distribusi ke Daerah Paling Parah Terendam

by Zulkifli Anwar
5 Desember 2025
0

MEDIAACEH.CO, Aceh Utara - Banjir yang melanda Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur dalam beberapa hari terakhir telah...

Bea Cukai Aceh dan Polri Salurkan Bantuan Banjir ke Langsa

Bea Cukai Aceh dan Polri Salurkan Bantuan Banjir ke Langsa

by Redaksi
5 Desember 2025
0

MEDIAACEH.CO, Langsa - Upaya penanganan bencana di Aceh kembali diperkuat melalui sinergi antara Bea Cukai Aceh dan Kepolisian Republik Indonesia....

Next Post
Rektor Unsyiah Lantik Tiga Pejabat Baru

Rektor Unsyiah Lantik Tiga Pejabat Baru

Tahun 2020 Seluruh Lembaga Keuangan di Aceh Diharapkan Beralih ke Sistem Syariah

Tahun 2020 Seluruh Lembaga Keuangan di Aceh Diharapkan Beralih ke Sistem Syariah

Discussion about this post

BeritaTerbaru

Kemensos Dirikan Empat Dapur Umum di Subulussalam

Pemerintah Aceh Buka Layanan Pengiriman Bantuan via Laut

5 Desember 2025
Bantu Warga, Gerindra Fokuskan Distribusi ke Daerah Paling Parah Terendam

Bantu Warga, Gerindra Fokuskan Distribusi ke Daerah Paling Parah Terendam

5 Desember 2025
Bea Cukai Aceh dan Polri Salurkan Bantuan Banjir ke Langsa

Bea Cukai Aceh dan Polri Salurkan Bantuan Banjir ke Langsa

5 Desember 2025
Suplai Listrik Masih Jadi Kendala Utama Pemulihan Jaringan Telekomunikasi di Aceh

Suplai Listrik Masih Jadi Kendala Utama Pemulihan Jaringan Telekomunikasi di Aceh

5 Desember 2025
Pemerintah Aceh dan HIPMI Bahas Penanganan Darurat Serta Pemulihan Infrastruktur Pasca Bencana

Pemerintah Aceh dan HIPMI Bahas Penanganan Darurat Serta Pemulihan Infrastruktur Pasca Bencana

5 Desember 2025
  • Home
  • Iklan
  • Karir
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2021 MEDIAACEH.CO

No Result
View All Result
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom

© 2021 MEDIAACEH.CO