MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Mantan Dirut Dirut Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA), T Zulkarnaini Yusuf, mengatakan manajemen PDPA Masih sangat abal-abal.
"Saya terakhir itu posisi komisaris atau anggota Badan Pengawas PDPA. Berdasarkan SK, masa jabatan saya seharusnya berakhir pada Februari 2016. Namun saya di pasar Aceh, tiba tiba ditelepon oleh staf bahwa saya sudah dicopot pada November 2015," ujar T. Zulkarnain.
"Bayangkan saya dicopot tiba tiba tanpa pemberitahuan. Saya di Pasar Aceh saat itu," katanya lagi.
Persoalan lain, katanya, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) seharusnya terjadi setahun sekali dengan pelaporan secara tertulis mengenai kinerja dan laporan lainnya.
"Namun yang terjadi selama ini tidak. RUPS sebentar-bentarnya. Demikian juga dengan penggantian Dirut," ujar T. Zulkarnain kepada mediaaceh.co di Solong Mini, Kamis 31 Maret 2016.
Kata Zulkarnain, hasil audit Inspektorat Aceh pada Desember 2014 dengan laporan sebanyak 78 halaman menyimpulkan bahwa persoalan utama di PDPA adalah terlalu banyak penggantian Dirut.
"Ini persoalan. Ini sebenarnya teguran bagi gubernur," ujarnya lagi.[](BI)









Discussion about this post