MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GMP) menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR Aceh memprotes kebijakan Presiden Jokowi menaikkan sejumlah harga yang dinilai merugikan rakyat, Jumat 13 Januari 2017.
Sebelum melakukan aksi puluhan mahasiswa tersebut berkumpul di Masjid Oman Lamprit yang kemudian berjalan kaki menuju gedung DPRA sambil membawa bendera organisasi dan sejumlah poster bertuliskan isi tuntutan.
Di antara poster tersebut berisi tulisan “BBM dan TDL Naik Rakyat Tercekik” , “Liberalisasi Migas Bukti Jokowi Neoliberalisme” dan “Sembako Meroket Rakyat Makin Melarat”.
Koordinator aksi, Syakirin menyebutkan, Jokowi telah memberikan kado pahit kepada rakyat Indonesia di awal tahun 2017 dengan menaikkan harga BBM, Tarif Dasar Listrik, Pajak dan Sembak. Semua kebijakan itu dinilai sangat merugikan rakyat kecil.
“Kondisi rakyat semakin melarat dan selama dua tahun kepemimpinan Jowoki-JK ekonomi Indonesia jauh terpuruk dengan negara lain,” kata Syukri, dalam orasinya.
Syukri mengatakan, selama kepemimpinan Jokowi Indonesia paling banyak berhutang kepada luar negeri hingga mencapai angka 4200 triliun.
“Di tengah masyarakat Indonesia terhimpit dan kemiskinan meningkat pemerintah masih belum cukup puas dalam menaikkan harga.”
Dalam aksinya, mahasiswa GPM meminta Jokowi mengontrol kenaikan harga barang. Mereka juga meminta pemerintah menggantikan ideologi kapitalisme dan sistem demokrasi dengan sistem syariah dan khalifah.
“Peningkatan harga sembako ini akan terus meningkat jika belum menggantikan sistem maka kami ingin Indonesia menerapkan sistem syariat Islam dalam memimpin negara.” []








Discussion about this post