Kamis, Januari 15, 2026
MEDIAACEH.CO
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom
No Result
View All Result
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom
No Result
View All Result
MEDIAACEH.CO
Home News

Irjen Kemenag RI Kukuhkan Delapan Guru Besar UIN Ar-Raniry

by Redaksi
29 Mei 2024
in News
Reading Time: 3 mins read
DPRK Aceh Selatan: Nota Kesepakatan Kesiapan Menghidupkan Dunia Investasi
FacebookTwitterWhatsppLine

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh  – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengukuhkan delapan guru besar dalam Rapat Senat Terbuka yang digelar di Auditorium Prof Ali Hasjmy Darussalam Banda Aceh, Rabu 29 Mei 2024.

Pengukuhan dilakukan oleh Inspektur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr H Faisal Ali Hasyim dan turut disaksikan Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof Dr Mujiburrahman MAg, anggota senat serta para wakil rektor.

Mereka yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Phil. H. Abdul Manan, S.Ag., M.Sc., M.A. (Guru Besar Bidang Ilmu Antropologi), Prof. Jarjani Usman, S.Ag., S.S., M.Sc., M.S., Ph.D. (Guru Besar Bidang Ilmu Bahasa Inggris), Prof. Dr. Kusmawati Hatta, M.Pd. (Guru Besar Bidang Ilmu Bimbingan dan Konseling), Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL. (Guru Besar Bidang Ilmu Fiqh).

Kemudian Prof. Dr. H. Muhibbuthabry, M.Ag. (Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Islam), Prof. Dr. Soraya Devy, M.Ag., M.Ed. (Guru Besar Bidang Ilmu Fiqh), Prof. Dr. Luthfi Auni, M.A. (Guru Besar Bidang Ilmu Sosiolinguistik), Prof. Dr. Armiadi Musa, M.A. (Guru Besar Bidang Ilmu Fiqh Muamalah).

Dalam sambutannya, Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim menyampaikan pentingnya peran guru besar dalam dunia akademik dan pendidikan. Ia menegaskan bahwa gelar guru besar tidak hanya sebagai simbol prestasi akademik tertinggi tetapi juga sebagai komitmen untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan mendidik generasi penerus bangsa.

Faisal menekankan bahwa guru besar harus selalu menjunjung tinggi integritas akademik dengan memastikan bahwa setiap penelitian dan publikasi dilakukan dengan kejujuran ilmiah dan menghormati hak cipta. “Integritas akademik juga berarti berkomitmen terhadap pencarian kebenaran ilmiah yang objektif,” ujarnya.

Ia juga mendorong para guru besar untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, baik dalam disiplin ilmu yang digeluti maupun dalam pengembangan ilmu keislaman secara umum. “Penelitian yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat sangat diperlukan,” tambahnya.

Menurut putra Aceh kelahiran Pidie ini, guru besar memiliki peran penting dalam membimbing mahasiswa dan dosen muda. “Sebagai teladan akademik, diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk berprestasi dan mengembangkan potensi diri dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman,” katanya.

Dalam era globalisasi, kolaborasi dan jejaring sangat penting. Dr Faisal berharap guru besar mampu membangun dan mengembangkan jaringan kerjasama dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang cepat menuntut para guru besar untuk selalu responsif dan adaptif. “Kita harus peka terhadap isu-isu sosial dan mampu memberikan solusi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof Dr Mujiburrahman MAg menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas pencapaian ini. Menurutnya pengukuhan Guru Besar UIN Ar-Raniry adalah momen berharga dan bersejarah bagi kita semua, khususnya bagi saudara-saudari yang dikukuhkan sebagai Guru Besar.

Rektor menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar adalah puncak dari perjalanan akademik yang panjang dan penuh dedikasi. “Gelar ini tidak hanya menunjukkan prestasi akademik tertinggi, tetapi juga mengisyaratkan tanggung jawab besar untuk memajukan ilmu pengetahuan, mendidik generasi muda, dan mengabdi kepada masyarakat,” lanjutnya.

Seorang Guru Besar di UIN Ar-Raniry dipandang sebagai pilar utama dalam pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan. Mereka diharapkan menjadi sumber inspirasi dan teladan bagi mahasiswa dan kolega serta berperan penting dalam membentuk masa depan bangsa melalui pendidikan dan penelitian.

“Untuk mencapai gelar Guru Besar, bapak dan ibu telah melalui proses yang panjang dan penuh tantangan, melalui penelitian yang mendalam, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Ini menunjukkan bahwa bapak ibu layak menyandang gelar Guru Besar dalam bidang keilmuan masing-masing di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh,” ujar rektor.

Namun, rektor juga mengingatkan bahwa pengukuhan ini bukanlah akhir dari perjalanan akademik. Sebaliknya, ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik di kampus. “Sebagai Guru Besar, bapak ibu diharapkan terus berinovasi, berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, dan menjadi teladan bagi civitas akademika, khususnya bagi dosen muda di kampus ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof Mujib menambahkan bahwa peran Guru Besar dalam konteks pendidikan tinggi sangatlah strategis. Mereka harus mampu mengarahkan dan membimbing mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Di tengah perkembangan teknologi yang pesat dan tantangan global yang semakin kompleks, UIN Ar-Raniry memerlukan figur Guru Besar yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi dan leadership yang kuat.

Universitas berkomitmen untuk terus mendorong dan memfasilitasi para Guru Besar dalam menjalankan tugasnya. “Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan akademik yang kondusif, mendukung penelitian dan inovasi, serta mendorong kolaborasi antar disiplin ilmu. Hanya dengan cara ini kita dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di kancah global,” tambah rektor.

Diakhir sambutan, Rektor Mujib berharap para Guru Besar dapat terus memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan universitas, khususnya saat ini UIN Ar-Raniry sedang menyempurnakan paradigma keilmuan, sehingga visi Keilmuan, identitas Keilmuan dan produk keilmuan pada level universitas, fakultas dan prodi segera dapat kita selesaikan pada tahun ini, maka konstribusi pemikiran dan keilmuan bapak ibu sangat diharapkan. [ ]

Tags: guru besarIrjen KemenagUIN Ar-Raniry Banda Aceh
Previous Post

Bertemu AHY, Mualem Bahas Lahan untuk Eks Kombatan

Next Post

DPRK Aceh Selatan: Nota Kesepakatan Kesiapan Menghidupkan Dunia Investasi

JanganLewatkan!

Lembaga Wali Nanggroe Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor

Lembaga Wali Nanggroe Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor

by Redaksi
13 Januari 2026
0

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh - Lembaga Wali Nanggroe menggelar rapat koordinasi lintas sektor tentang pelaksanaan nilai-nilai adat dan syariat Islam, Selasa...

Terus Bergerak Bantu Pemulihan, SBA Kerahkan Alat Berat untuk Pembersihan Area Terdampak Banjir

Terus Bergerak Bantu Pemulihan, SBA Kerahkan Alat Berat untuk Pembersihan Area Terdampak Banjir

by Redaksi
13 Januari 2026
0

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh - Komitmen PT Solusi Bangun Andalas dalam mendampingi masyarakat Aceh pascabencana banjir dan longsor terus berlanjut. Bersama...

Terima Bantuan Kemanusiaan PMI Nasional, Mualem: Bantuan Ini Bukti Nyata Aceh Tidak Sendiri

Terima Bantuan Kemanusiaan PMI Nasional, Mualem: Bantuan Ini Bukti Nyata Aceh Tidak Sendiri

by Redaksi
12 Januari 2026
0

MEDIAACEH.CO, Aceh Utara - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menerima bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Nasional yang diserahkan langsung...

Next Post
DPRK Aceh Selatan: Nota Kesepakatan Kesiapan Menghidupkan Dunia Investasi

DPRK Aceh Selatan: Nota Kesepakatan Kesiapan Menghidupkan Dunia Investasi

Empat Pasangan di Polres Aceh Utara Ikut Sidang BP4R

Empat Pasangan di Polres Aceh Utara Ikut Sidang BP4R

Discussion about this post

BeritaTerbaru

Lembaga Wali Nanggroe Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor

Lembaga Wali Nanggroe Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor

13 Januari 2026
Terus Bergerak Bantu Pemulihan, SBA Kerahkan Alat Berat untuk Pembersihan Area Terdampak Banjir

Terus Bergerak Bantu Pemulihan, SBA Kerahkan Alat Berat untuk Pembersihan Area Terdampak Banjir

13 Januari 2026
Soal Pengunduran Diri Kepala BPKA, Ini Penjelasan Jubir Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Kembalikan Dokumen Evaluasi APBK Langsa 2026

13 Januari 2026
Presiden Perpanjang SK Achmad Marzuki sebagai Pj Gubernur Aceh

Pemerintah Aceh Evaluasi APBA 2026, Fokus Penyesuaian Anggaran Bencana

12 Januari 2026
Terima Bantuan Kemanusiaan PMI Nasional, Mualem: Bantuan Ini Bukti Nyata Aceh Tidak Sendiri

Terima Bantuan Kemanusiaan PMI Nasional, Mualem: Bantuan Ini Bukti Nyata Aceh Tidak Sendiri

12 Januari 2026
  • Home
  • Iklan
  • Karir
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2021 MEDIAACEH.CO

No Result
View All Result
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom

© 2021 MEDIAACEH.CO