MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Dalam rangka membangun kerjasama antara Palestina, Unsyiah dan Pemerintah Aceh dengan investasi terkait Pariwisata, Agrowisata (kopi), Pendidikan dan Budaya memperkuat antara Palestina dan Aceh.
Rombongan dari Palestinian Indonesian Friendship Association atau Asosiasi kerjasama Indonesia Palestina (PIFA) mengunjungi Aceh yang difasilitasi oleh Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dalam rangka mempererat silaturahmi antar kedua belah pihak.
Rombongan tersebut disambut baik oleh Rektor Unsyiah, Samsul Rizal, dan Kepala Kantor Urusan Internasional Unsyiah, Muzailin Affan di Kantor Pusat Administrasi Unsyiah, Senin 7 Oktober 2019.
Dalam pertemuan tersebut, Samsul Rizal mengapresiasi kunjungan dari PIFA ke Unsyiah. Ia juga memperkenalkan Unsyiah dan Aceh secara umum kepada para rombongan.
Selain itu, Samsul juga mengaku sangat senang menerima mahasiswa asal Palestina yang melanjutkan kuliah di Unsyiah. nantinya mereka akan berada di Aceh dan akan mengunjungi beberapa objek wisata di Aceh. selama 10 hari di Banda Aceh, delegasi Palestina tersebut akan berkunjung ke Banda Aceh dan Aceh Besar untuk mengunjungi destinasi wisata kuliner, Museum Tsunami, Kapal Apung dan tempat lainnya.
Selain itu, mereka juga mengunjungi Sabang selama 2 hari dimana Sabang merupakan destinasi unggulan untuk sektor pariwisata.
Pada 10 oktober kemarin, delegasi Palestina ini terlebih dahulu dijamu makan siang oleh Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin.
Dalam pertemuan tersebut Kadisbudpar Aceh mengajak delegasi Palestina untuk mempromosikan pariwisata khususnya kawasan timur tengah terkait Aceh sebagai destinasi wisata halal.
Kedatangan para delegasi Palestina ke Aceh selain berinvestasi, juga akan diberikan bantuan Pendidikan berupa Program beasiswa di Unsyiah untuk 100 orang dan saat ini 3 orang sudah belajar di Palestina. Selama berada di Aceh para delegasi ini akan menginap di Guest House International Unsyiah dan perwakilan delegasi palestina saat ini sedang belajar bahasa Indonesia yang difasilitasi oleh kantor Internasional Unsyiah.
Dr Muzailin Affan mengatakan dalam waktu dekat ini, Unsyiah juga berencana menjalin kerja sama dengan salah satu universitas di Palestina. Kerjasama ini rencananya akan dilakukan dalam bentuk pertukaran pelajar dan pengajar, serta penelitian.
“Unsyiah sedang mencari salah satu kampus di Palestina untuk segera kita lakukan MoU,” katanya.
Rombongan yang terdiri dari 10 perwakilan PIFA ini dipandu oleh Mahmoud Abuarqoub, yang merupakan alumni dari program darmasiswa Unsyiah angkatan pertama. Mahmoud berkualiah di Unsyiah selama satu tahun untuk mempelajari bahasa Indonesia.
Discussion about this post