Selasa, Februari 10, 2026
MEDIAACEH.CO
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom
No Result
View All Result
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom
No Result
View All Result
MEDIAACEH.CO
Home News

Makam Keramat di Aceh Utara Dibongkar OTK

by Redaksi
31 Januari 2019
in News
Reading Time: 3 mins read
Makam Keramat di Aceh Utara Dibongkar OTK

Pembongkaran makam muslimin tertua di Asia Tenggara. | Foto: Liputan6.com/Rino Abonita

FacebookTwitterWhatsppLine

MEDIAACEH.CO, Aceh Utara – Sebuah makam tua di Kampung Lubuk Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara dibongkar orang tidak dikenal. Sejumlah dugaan mencuat, dari motif menuntut ilmu gaib, hingga mencari harta karun.

Pelaku agaknya tidak sempat menuntaskan aksinya. Tanah makam dibiarkan menganga serta terlihat sejumlah peralatan diduga milik pelaku ditinggalkan begitu saja di sekitar makam.

Makam ditemukan sudah terbongkar Senin, 29 Januari 2019. Saksi mata mengaku melihat makam dalam kondisi telah teracak-acak saat dia dalam perjalanan pulang dari kebun cabai miliknya sekitar pukul 15.15 WIB.

Saat itu, saksi penasaran melihat ada urukan tanah di dalam bangunan makam yang dianggap keramat tersebut. Setelah melihat kondisi makam, saksi mata melapor kepada warga.

Warga melaporkan kejadian pembongkaran makam ini ke polisi. Di lokasi, pihak berwenang menemukan dua buah sekop, dan masing-masing satu buah, linggis, goni, serta botol air mineral.

Kapolres Lhokseumawe, AKPB Ari Lasta Irawan, melalui Kapolsek Meurah Mulia, Iptu Bustami, mengaku, pihaknya belum bisa memastikan apa motif di balik pembongkaran makam tersebut. Penyelidikan sedang dilakukan untuk mengungkap siapa pelaku.

“Benda-benda yang hilang tidak ada. Karena, pas 1 meter penggalian, mungkin ya, enggak tahu kejadiannya, karena kan namanya kuburan keramat kan, jadi, belum selesai perbuatannya, lalu, barang-barang yang ada di TKP ditinggalkan pelaku,” ungkap Bustami.

Center of Information for Samudra Pasai Heritage (CISAH), menyebut, makam yang dibongkar itu salah satu makam muslimin tertua di Asia Tenggara. Makam tak bernama ini dikenal warga sebagai makam ‘Tgk. Raja Amad’.

Banyak yang percaya makam tersebut sakral dan keramat. Ini terlihat banyaknya yang berziarah ke makam yang berada di antara pemukiman penduduk tersebut.

Para peziarah datang dari berbagai tempat, termasuk Malaysia dan Brunei Darussalam. Selain itu, tidak jarang para peneliti datang untuk melakukan riset di makam tersebut.

Bangunan yang menutupi makam ini berada di atas lahan warga, dan dikelilingi kuburan umum. Di samping makam ‘Tgk. Raja Amad’ terdapat satu makam yang tidak bersurat (berenkripsi).

“Dua tokoh pemilik makam yang nisannya bersurat wafat pada tahun 622 Hijriah atau 1226 Masehi. Dari data pada batu nisannya, salah satu pemilik makam itu bernama Ibnu Mahmud. Sedangkan satu lagi ‘Tgk. Raja Amad’, pada batu nisannya tidak tertulis nama pemilik makam, tapi hanya menyebutkan sifat-sifat pemilik makam. Namun, tahun wafatnya sama dengan tahun wafat Ibnu Mahmud yaitu 622 H,” ungkap Ketua CISAH, Abdul Hamid, Rabu, 30 Januari 2019.

Makam yang dikenal dengan nama makam ‘Tgk. Raja Amad’, ujar Abdul, dimiliki oleh seseorang yang disifatkan sebagai As-Sa’id Asy Syahid Mahbub Qulub Al-Khala’iq. Jika diartikan berarti ‘yang berbahagia lagi syahid dan dicintai oleh hati banyak orang’.

Sementara, imbuh Abdul, tak jauh dari bangunan makam ‘Tgk. Raja Amad’ ada satu makam lagi yang cenderung tebengkalai. Makam ini dibiarkan begitu saja tanpa diatapi atau dibangun ruangan pelindung seperti makam ‘Raja Amad’.

“Gubuk saja tidak ada. Jadi terbiarkan begitu saja. Kena air hujan, matahari. Deskripsi atau catatan yang ada di batu nisannya lama-lama aus,” ujarnya.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan CISAH, di tempat itu hanya ada tiga buah batu nisan yang tarikh wafatnya lebih tua dari Sultan Malikussaleh. Hal ini, mementalkan literasi sejarah bahwa kerajaan Samudera Pasai adalah kerajaam Islam tertua di Asia Tenggara.

“Kita temukan tiga nisan yang tarikh wafat lebih awal, ketimbang wafatnya pendiri kerajaan Samudera Pasai. Berarti orang ini, lebih awal (wafatnya) dari Sultan Malikussaleh,” ujar Abdul Hamid.

Sayangnya, makam muslimin tertua di Asia Tenggara ini belum tercatat sebagai situs cagar budaya. Selama ini, yang merawat dan menjaga makam adalah warga setempat dengan jalan gotong royong.

“Kalau tercatat sebagai situs cagar budaya, otomatis makam sudah ada juru pelihara,” ujar pria yang akrab disapa Abel ini.

Secara terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Nur Liana, membenarkan tiga makam muslimin tertua di Asia Tenggara tersebut belum teregistrasi sebagai cagar budaya. Namun, usaha untuk meregistrasi makam-makam tersebut agar tercatat sebagai cagar budaya terus dilakukannya.

“Bukan tidak ada upaya. Di Aceh Utara terlalu banyak situs makam. Saya sudah mendaftarkan 70 lebih. Ketika kita mengatakan satu cagar budaya itu harus ada rekom dari TACB atau Tim Ahli Cagar Budaya. Dan kita, sampai hari ini, belum punya,” ungkap Nur.

Peraturan registrasi sebuah situs sebagai cagar budaya, sebut Nur, harus sesuai dengan aturan dalam hal ini, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Namun, dirinya sendiri mengakui, makam-makam tersebut merupakan cagar budaya.[]

Sumber: Liputan6.com

Tags: CISAHmakan keramatmuslimin tertua di asia tenggara
Previous Post

Ramai Diet Nasi, Pakar Gizi Ingatkan Pentingnya Karbohidrat Kompleks

Next Post

Komplotan Penyelundup Ganja 1,5 Ton dari Aceh Dibekuk BNN

JanganLewatkan!

Wagub Fadhlullah Minta Kabupaten Kota Fokus Persiapan Ramadhan

Wagub Fadhlullah Minta Kabupaten Kota Fokus Persiapan Ramadhan

by Redaksi
9 Februari 2026
0

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Hidrometeorologi Aceh Fase Transisi Pemulihan di Posko...

Wagub Aceh Turun Tangan Selesaikan Polemik Huntara Bireuen

Wagub Aceh Turun Tangan Selesaikan Polemik Huntara Bireuen

by Redaksi
8 Februari 2026
0

MEDIAACEH.CO, Bireuen - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah turun langsung memimpin rapat bersama para camat dan seluruh keuchik gampong terdampak bencana...

Bobby Razia Plat BL di Sumut, Bunda Salma: Jangan Alergi dengan Aceh!

Lagi, Senator Azhari Cage Bantu Pulangkan Jenazah Warga Aceh Utara dari Bekasi

by Redaksi
8 Februari 2026
0

MEDIAACEH.CO, Jakarta - Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage SIP, kembali membantu pemulangan jenazah warga asal Aceh di Bekasi...

Next Post
Diduga Melanggar Aturan, Seorang Caleg di Aceh Barat Terancam Dicoret

Komplotan Penyelundup Ganja 1,5 Ton dari Aceh Dibekuk BNN

Serpihan Pesawat yang Diduga Ditumpangi Sala Ditemukan di Prancis

Serpihan Pesawat yang Diduga Ditumpangi Sala Ditemukan di Prancis

Discussion about this post

BeritaTerbaru

Wagub Fadhlullah Minta Kabupaten Kota Fokus Persiapan Ramadhan

Wagub Fadhlullah Minta Kabupaten Kota Fokus Persiapan Ramadhan

9 Februari 2026
Wagub Aceh Turun Tangan Selesaikan Polemik Huntara Bireuen

Wagub Aceh Turun Tangan Selesaikan Polemik Huntara Bireuen

8 Februari 2026
Bobby Razia Plat BL di Sumut, Bunda Salma: Jangan Alergi dengan Aceh!

Lagi, Senator Azhari Cage Bantu Pulangkan Jenazah Warga Aceh Utara dari Bekasi

8 Februari 2026
Masih Buron, Mantan Keuchik di Aceh Utara Dituntut 7 Tahun Penjara Terkait Korupsi Dana Desa

Masih Buron, Mantan Keuchik di Aceh Utara Dituntut 7 Tahun Penjara Terkait Korupsi Dana Desa

6 Februari 2026
Ketua Komisi VI DPRA: Alhudri Tunjukkan Iktikad Baik untuk Dongkrak Kualitas Pendidikan Aceh

Pemkab Aceh Timur Kejar Percepatan Pembangunan Huntara

4 Februari 2026
  • Home
  • Iklan
  • Karir
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2021 MEDIAACEH.CO

No Result
View All Result
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom

© 2021 MEDIAACEH.CO