Minggu, Januari 18, 2026
MEDIAACEH.CO
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom
No Result
View All Result
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom
No Result
View All Result
MEDIAACEH.CO

Daging Meugang di Aceh Selatan Tembus Rp200.000/Kg

by Redaksi
15 Mei 2018
in Tak Berkategori
Reading Time: 2 mins read
FacebookTwitterWhatsppLine

MEDIAACEH.CO, Tapaktuan – Harga daging meugang menyambut bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah tahun 2018 di Kabupaten Aceh Selatan Rp200 ribu/Kg atau mengalami kenaikan 11 persen dibandingkan tahun 2017 yang hanya Rp180.000/Kg.

Pengamatan wartawan di pasar Inpres Tapaktuan, Selasa, meskipun harga daging mengalami kenaikkan, konsumen tetap membeli daging untuk persiapan puasa pada Kamis 17 Mei 2018 besok.

Irwan, salah seorang pedagang mengatakan tingginya harga daging pada hari meugang tahun 2018, karena stok kerbau dan sapi sangat minim di Aceh Selatan sementara permintaan daging meningkat.

Untuk memenuhi kebutuhan daging tersebut, para pedagang harus mendatangkan kerbau dan sapi dari luar daerah.

“Di Aceh Selatan minim stok kerbau dan sapi, untuk memenuhi kebutuhan daging menyambut bulan puasa tahun ini para pedagang harus mendatangkan kerbau dan sapi dari luar daerah. Sementara harga kerbau dan sapi sekarang ini pun telah melonjak naik yakni berkisar Rp25 juta sampai Rp30 juta/ekor,” sebutnya.

Kondisi berbeda justru terjadi di beberapa kecamatan lainnya dalam wilayah Aceh Selatan, seperti di Labuhanhaji Raya, harga daging kerbau justru masih bertahan Rp180 ribu/Kg dan daging sapi Rp170 ribu/Kg.

Stabilnya harga daging di wilayah tersebut tidak terlepas dari cukupnya pasokan kerbau dan sapi dari Kabupaten Simeulue. Puluhan kerbau dan sapi asal pulau tersebut diangkut menggunakan kapal feri via Pelabuhan Penyeberangan Labuhanhaji, Aceh Selatan.

“Harga daging kerbau dan sapi di wilayah Labuhanhaji Raya masih stabil sama seperti tahun lalu yakni Rp180 ribu/Kg untuk daging kerbau dan Rp170 ribu/Kg untuk daging sapi,” sebut Ridwan, salah seorang warga setempat.

Terkait melonjaknya harga daging di pasar Inpres Tapaktuan, sejauh ini belum berhasil dimintai konfirmasi dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Aceh Selatan.

Tidak hanya itu, keberadaan kerbau dan sapi yang didatangkan dari luar daerah juga tidak jelas apakah sudah dicek kesehatannya sehingga dipastikan terbebas dari penyakit berbahaya.

Harga Daging di Aceh Timur Tembus Rp.170.000/Kg
Hari pertama meugang di Idi, Kabupaten Aceh Timur, harga daging dijual antara Rp160 ribu – Rp170 ribu per kilogram. Hari kedua besok diperkirakan meningkat menjadi Rp180 ribu hingga Rp200 ribu/Kg.

Ibrahim, salah seorang pedagang di Pasar Daging Idi Cut, mengatakan, hingga pukul 11:30 Wib dirinya telah menghabiskan 180 kilogram daging. Bahkan dua ekor lembu yang dipotong menjelang megang pertama nyaris laku seluruhnya.

 “Inilah sisa daging dari dua ekor lembu,” kata Ibrahim sambil menunjuk ke arah daging.

 Di Aceh, sudah menjadi tradisi megang menjelang ramadhan dua hari dan hari megang pertama lebih laku dibandingkan megang hari kedua yang harganya lebih tinggi dari hari ini, kata T. Aji, pedagng lainnya.

Salah seorang IRT mengaku membeli daging pada megang pertama karena dianggap lebih murah dibandingkan besok pada megang kedua.

“Hari ini bisa dapat Rp160 ribu. Besok biasanya bisa diharga Rp200 ribu/Kg, seperti megang tahun lalu,” kata Nurul Iman, IRT asal Kp. Matang Pineung.[] Sumber: aceh.antaranews.com
 
 

Previous Post

Doa Marquez dan Vinales untuk Surabaya

Next Post

Saat Tsunami Aceh Mengetuk Hati Pemuda Malaysia

JanganLewatkan!

Menakar Dimensi Hukum dalam Polemik Gus Yaqut

Menakar Dimensi Hukum dalam Polemik Gus Yaqut

by Redaksi
17 Januari 2026
0

Polemik seputar kuota haji Indonesia kembali mencuat ke ruang publik, kali ini menyeret nama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam...

Diskresi dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih

Diskresi dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih

by Redaksi
17 Januari 2026
0

DALAM negara hukum, tidak semua kontroversi harus berujung pada kriminalisasi. Ada perbedaan mendasar antara kebijakan yang bisa diperdebatkan dan kejahatan...

Pasca Banjir, Menteri Pertanian Mulai Rehabilitasi Lahan Sawah di Aceh

Pasca Banjir, Menteri Pertanian Mulai Rehabilitasi Lahan Sawah di Aceh

by Redaksi
16 Januari 2026
0

MEDIAACEH.CO, Aceh Utara - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memimpin langsung kegiatan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana di...

Next Post

Saat Tsunami Aceh Mengetuk Hati Pemuda Malaysia

Jejak Islam di Honduras

Discussion about this post

BeritaTerbaru

Menakar Dimensi Hukum dalam Polemik Gus Yaqut

Menakar Dimensi Hukum dalam Polemik Gus Yaqut

17 Januari 2026
Diskresi dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih

Diskresi dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih

17 Januari 2026
Pasca Banjir, Menteri Pertanian Mulai Rehabilitasi Lahan Sawah di Aceh

Pasca Banjir, Menteri Pertanian Mulai Rehabilitasi Lahan Sawah di Aceh

16 Januari 2026
UIN Raden Fatah Palembang Bangun Sumur Bor di Aceh

UIN Raden Fatah Palembang Bangun Sumur Bor di Aceh

16 Januari 2026
Gubernur Aceh Minta Kejelasan Skema Pemulihan Pascabencana dari Pemerintah Pusat

Gubernur Aceh Minta Kejelasan Skema Pemulihan Pascabencana dari Pemerintah Pusat

16 Januari 2026
  • Home
  • Iklan
  • Karir
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2021 MEDIAACEH.CO

No Result
View All Result
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom

© 2021 MEDIAACEH.CO