Kamis, Januari 15, 2026
MEDIAACEH.CO
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom
No Result
View All Result
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom
No Result
View All Result
MEDIAACEH.CO

WHO Waspadai 12 Jenis Bakteri Baru

by Redaksi
5 Maret 2017
in Tak Berkategori
Reading Time: 2 mins read
FacebookTwitterWhatsppLine

MEDIAACEH.CO, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) umumkan dua belas jenis bakteri yang harus segera dicarikan obat antibiotik baru guna meredam perkembangannya. 

WHO menganggap kedua belas bakteri itu menimbulkan ancaman terbesar bagi kesehatan manusia. Oleh sebab itu, WHO menyerukan pemerintah dan perusahaan farmasi untuk memprioritaskan pengembangan obat baru guna melawan bakteri-bakteri itu. 

Sebagaimana dilansir CNN, WHO menggunakan beberapa kriteria untuk menentukan dua belas bakteri yang paling beresiko bagi manusia. Kriteria-kriteria itu antara lain tingkat resistensi yang tinggi, ratio kematian yang disebabkan bakteri, prevalensi bakteri di masyarakat dan kemampuan penanganan penyakit dalam sistem kesehatan.

Bakteri berbahaya yang telah menunjukkan resistensi terhadap beberapa obat itu antara lain Acinetobacter baumannii dan Pseudomonas aeruginosa. Kedua bakteri itu biasa didapat di rumah sakit atau rumah jompo. Biasanya, pasien yang mudah terkena bakteri ini adalah pasien yang memakai peralatan seperti ventilator atau kateter darah.

Enterobacteriaceae, yang meliputi bakteri seperti E.coli dan klebsiella, juga termasuk bakteri yang menimbulkan ancaman besar pada kesehatan manusia.

“Bakteri ini bertanggung jawab untuk tingkat kematian yang tinggi,” kata Dr Marie-Paule Kieny, asisten direktur jenderal WHO untuk sistem kesehatan dan inovasi WHO. 

Secara global, menurut WHO, resistensi obat antibiotik telah terlihat di setiap negara. Dan bakteri yang resisten terhadap obat diperkirakan menyebabkan 700.000 kematian setiap tahun. Jika tidak ada tindakan yang diambil guna menangani masalah ini, WHO memperkirakan 'gerombolan bakteri' itu bisa membunuh 10 juta orang per tahun pada tahun 2050.

“Resiko kematian dari bakteri resisten adalah dua sampai tiga kali lebih besar,” kata Dr Carmem Pessoa da Silva, koordinator resistensi antimikroba WHO.

Publikasi WHO itu ditujukan untuk Majelis Umum PBB pada 2016. Kajian mandiri tentang hal itu diilhami oleh temuan pemerintah Inggris, yang pada tahun lalu menyimpulkan bahwa dunia kesehatan memerlukan daftar prioritas untuk menuntaskan masalah resistensi bakteri. Namun hingga kini obat baru untuk menangani masalah itu masih belum ditemukan. 

WHO sendiri telah merilis panduan untuk mempromosikan penelitian dan pengembangan obat baru guna melawan dua belas bakteri itu. Namun, penelitian dan pengembangan itu dapat memakan waktu selama 10 tahun sebelum akhirnya obat tersebut bisa 'dilempar' ke pasaran.

“Antibiotik baru sulit untuk berkembang. Antibiotik biasanya digunakan sebagai pengobatan jangka pendek, bukan jangka panjang, yang berarti nilai insentif antibiotik kurang bagi perusahaan farmasi,” kata Kieny.

CNN Indonesia

Previous Post

Dua Warga Peunaroen Ditembak OTK

Next Post

Tangkapan Berkurang, Nelayan TPI Lampulo Pasok Ikan dari Luar Daerah

JanganLewatkan!

Lembaga Wali Nanggroe Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor

Lembaga Wali Nanggroe Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor

by Redaksi
13 Januari 2026
0

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh - Lembaga Wali Nanggroe menggelar rapat koordinasi lintas sektor tentang pelaksanaan nilai-nilai adat dan syariat Islam, Selasa...

Terus Bergerak Bantu Pemulihan, SBA Kerahkan Alat Berat untuk Pembersihan Area Terdampak Banjir

Terus Bergerak Bantu Pemulihan, SBA Kerahkan Alat Berat untuk Pembersihan Area Terdampak Banjir

by Redaksi
13 Januari 2026
0

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh - Komitmen PT Solusi Bangun Andalas dalam mendampingi masyarakat Aceh pascabencana banjir dan longsor terus berlanjut. Bersama...

Soal Pengunduran Diri Kepala BPKA, Ini Penjelasan Jubir Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Kembalikan Dokumen Evaluasi APBK Langsa 2026

by Redaksi
13 Januari 2026
0

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh - Pemerintah Aceh menyatakan tidak dapat menindaklanjuti evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Langsa Tahun Anggaran...

Next Post

Tangkapan Berkurang, Nelayan TPI Lampulo Pasok Ikan dari Luar Daerah

Raja Salman Ngobrol dengan Pastor Pakai Bahasa Arab

Discussion about this post

BeritaTerbaru

Lembaga Wali Nanggroe Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor

Lembaga Wali Nanggroe Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor

13 Januari 2026
Terus Bergerak Bantu Pemulihan, SBA Kerahkan Alat Berat untuk Pembersihan Area Terdampak Banjir

Terus Bergerak Bantu Pemulihan, SBA Kerahkan Alat Berat untuk Pembersihan Area Terdampak Banjir

13 Januari 2026
Soal Pengunduran Diri Kepala BPKA, Ini Penjelasan Jubir Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Kembalikan Dokumen Evaluasi APBK Langsa 2026

13 Januari 2026
Presiden Perpanjang SK Achmad Marzuki sebagai Pj Gubernur Aceh

Pemerintah Aceh Evaluasi APBA 2026, Fokus Penyesuaian Anggaran Bencana

12 Januari 2026
Terima Bantuan Kemanusiaan PMI Nasional, Mualem: Bantuan Ini Bukti Nyata Aceh Tidak Sendiri

Terima Bantuan Kemanusiaan PMI Nasional, Mualem: Bantuan Ini Bukti Nyata Aceh Tidak Sendiri

12 Januari 2026
  • Home
  • Iklan
  • Karir
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2021 MEDIAACEH.CO

No Result
View All Result
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom

© 2021 MEDIAACEH.CO