MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Semenjak memasuki awal 2017 hingga Maret saat ini, pedagang ikan di TPI Lampulo Banda Aceh terpaksa menjual ikan pasokan dari luar daerah. Hal itu diakibatkan karena berkurangnya hasil tangkapan ikan nelayan.
“Ini benar-benar di luar prediksi, biasanya kalau udah masuk bulan tiga hasil tangkapan ikan pasti banyak seperti tahun sebelumnya, padahal kalau kita melihat cuaca juga lumayan bagus,” ujar Pak Man, ketua Asosiasi Pedagang Ikan TPI Lampulo, Minggu 5 Maret 2017.
Ia mengatakan, bahkan semenjak akhir 2016 lalu harga ikan mulai signifikan naik dari biasa Rp 13 ribu, kini mencapai Rp 30 ribu rupiah.
Ia melihat, hasil tangkapan nelayan Lampulo hingga kini cukup menurun. Hasil tangkapan nelayan sehari hanya masuk tiga boat dengan jumlah hasil ikan keseluruhannya 5 sampai 6 ton.
“Makanya harga ikan cukup melonjak naik hampir 120 persen. Seperti Ikan tongkol, kini seharga 30 perkilo begitu juga dengan ikan dencis dan dungu juga jauh sekali naiknya. Namun harga ini juga berbeda-beda tergantung kualitas ikan,” ujarnya.
Pak Man menyebutkan, saat ini di TPI lampulo ikan di pasok dari luar daerah seperti Kuala Idi, Langsa, Belawan. Sehari ikan yang masuk dari luar mencapai 10 hingga 12 ton.
“Karena stok berkurang makanya ini harus dipasok dari luar.”
Akibat berkurangnya tangkapan ini, Pak Man menilai ini adalah faktor alam yang tidak bisa diprediksi.
“Selama saya liat cuma tahun ini paling beda maksudnya “Gadoh Pam” (amatan saya bergeser) prediksi lari kali ini dan kita tidak bisa meramal. Bertahannya harga ikan ini kita tidak bisa prediksi. kalau sebelumnya masuk bulan tiga ini harga sudah murah,” kata Pak Man.









Discussion about this post