Kamis, Januari 15, 2026
MEDIAACEH.CO
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom
No Result
View All Result
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom
No Result
View All Result
MEDIAACEH.CO

Aceh Berperan Penting Mengatasi Perubahan Iklim

by Redaksi
26 Mei 2016
in Tak Berkategori
Reading Time: 2 mins read
FacebookTwitterWhatsppLine

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Sebagai daerah yang memiliki salah satu kawasan konservasi hutan terluas di Indonesia, Aceh mempunyai peran penting dalam menghadapi dampak dan tantangan perubahan iklim dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah dalam sambutannya saat membuka Seminar Internasional "Aceh Commitment for Climate Change: Impact and Challenge" di Banda Aceh, Kamis (26/5).

Menurut pria yang akrab disapa Doto Zaini itu, hutan Aceh menjadi bagian penting dari solusi penanganan dampak perubahan iklim global mengingat kondisinya yang masih alami dan mampu menyerap karbon dalam jumlah besar.

"Dalam konteks ini, Pemerintah Aceh berkomitmen untuk mengurangi emisi sebesar 7 persen dari komitmen Indonesia (29 persen) pada 2030. Namun, jika ada kerjasama dan bantuan baik dari Pemerintah Pusat maupun pihak internasional, komitmen kita 20 persen," ujar Doto Zaini.

Dampak dari perubahan iklim menurutnya adalah nyata dan dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu daripadanya adalah meningkatnya suhu bumi, dimana menurut sebuah laporan dari Intergovernmental Panel On Climate Change (IPPC) pada tahun 2007 menyatakan bahwa suhu bumi pada periode 1990-2005 naik antara 0,05 sampai 0,13 derajat celcius.

"Jika kondisi ini dibiarkan maka diprediksi pada periode 2050 –2070, suhu bumi akan naik pada kisaran 4,2 derajat celcius," kata Gubernur Zaini.

Sebagai langkah awal bagi Aceh dalam memainkan perannya terkait mitigasi dampak dari perubahan iklim tersebut, Doto Zaini menyebutkan Pemerintah Aceh sudah memiliki dua dokumen perencanaan, yaitu Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK), dan Strategi Rencana Aksi Provinsi Dalam Mengurangi Emisi Akibat Deforestasi Dan Degradasi Dan Upaya Konservasi (SRAP REDD+). 

"Kedua dokumen perencanaan tersebut penting dan dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan program dan kegiatan seluruh stake holder yang peduli terhadap pengurangan emisi di Aceh," jelas Doto Zaini.

Selain itu, Pemerintah Aceh menurut Gubernur juga telah menjalankan berbagai program dalam upaya mitigasi perubahan iklim, yaitu antara lain, pemanfaatan potensi sumber daya hutan, perlindungan dan konservasi sumber daya hutan, rehabilitasi hutan dan lahan, perencanaan dan pengembangan hutan, pengembangan kinerja pengelolaan persampahan, Pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, Perlindungan dan konservasi Sumber Daya Alam (SDA), serta pengembangan ekowisata dan berbagai program lainnya.

Selanjutnya, Gubernur Zaini mengatakan Aceh mempunyai banyak sumber daya energi terbarukan (renewable energy) seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan energi panas bumi, yang dapat dimanfaatkan dalam rangka mengurangi ketergantungan manusia terhadap sumber energi fosil yang menjadi salah faktor perubahan iklim.

"Bahkan, beberapa sumber energi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sudah beroperasi seperti di Kabupaten Aceh Tengah dan Gayo Lues. Sumber energi seperti ini tentunya perlu dimanfaatkan secara optimal di masa yang akan datang," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Zaini meminta dukungan dari para investor dan donor dalam mengembangkan sumber daya energi terbarukan, seperti energi air dan panas bumi untuk mengatasi kekurangan listrik di Aceh.

"Dukungan dari pimpinan/komisaris dari pelaku usaha dan perusahaan-perusahaan besar di Aceh serta pimpinan/direktur lembaga donor dan lembaga-lembaga sipil masyarakat sangat penting untuk mencapai komitmen Aceh menurunkan emisi sampai 20 persen pada tahun 2030," pungkas Gubernur Zaini.

Acara Seminar Internasional "Aceh Commitment for Climate Change: Impact and Challenge" tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari beberapa perwakilan negara donor, para akademisi, aktivis lingkungan, perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Bappenas. Turut hadir Wali Nanggroe, Paduka Yang Mulia Malik Mahmud Alhaytar, Ketua DPR Aceh, Muharuddin, Kepala Bapedal, Ir. Iskandar serta perwakilan dari Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait. []

Previous Post

Ragam Manfaat Konsumsi Biji Pepaya

Next Post

Manchester United Gaji Mourinho Rp200 Miliar per Tahun

JanganLewatkan!

Lembaga Wali Nanggroe Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor

Lembaga Wali Nanggroe Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor

by Redaksi
13 Januari 2026
0

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh - Lembaga Wali Nanggroe menggelar rapat koordinasi lintas sektor tentang pelaksanaan nilai-nilai adat dan syariat Islam, Selasa...

Terus Bergerak Bantu Pemulihan, SBA Kerahkan Alat Berat untuk Pembersihan Area Terdampak Banjir

Terus Bergerak Bantu Pemulihan, SBA Kerahkan Alat Berat untuk Pembersihan Area Terdampak Banjir

by Redaksi
13 Januari 2026
0

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh - Komitmen PT Solusi Bangun Andalas dalam mendampingi masyarakat Aceh pascabencana banjir dan longsor terus berlanjut. Bersama...

Soal Pengunduran Diri Kepala BPKA, Ini Penjelasan Jubir Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Kembalikan Dokumen Evaluasi APBK Langsa 2026

by Redaksi
13 Januari 2026
0

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh - Pemerintah Aceh menyatakan tidak dapat menindaklanjuti evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Langsa Tahun Anggaran...

Next Post

Manchester United Gaji Mourinho Rp200 Miliar per Tahun

Akibat Puting Beliung, Satu Warga di Pijay Tewas Tertimpa Pohon

Discussion about this post

BeritaTerbaru

Lembaga Wali Nanggroe Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor

Lembaga Wali Nanggroe Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor

13 Januari 2026
Terus Bergerak Bantu Pemulihan, SBA Kerahkan Alat Berat untuk Pembersihan Area Terdampak Banjir

Terus Bergerak Bantu Pemulihan, SBA Kerahkan Alat Berat untuk Pembersihan Area Terdampak Banjir

13 Januari 2026
Soal Pengunduran Diri Kepala BPKA, Ini Penjelasan Jubir Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Kembalikan Dokumen Evaluasi APBK Langsa 2026

13 Januari 2026
Presiden Perpanjang SK Achmad Marzuki sebagai Pj Gubernur Aceh

Pemerintah Aceh Evaluasi APBA 2026, Fokus Penyesuaian Anggaran Bencana

12 Januari 2026
Terima Bantuan Kemanusiaan PMI Nasional, Mualem: Bantuan Ini Bukti Nyata Aceh Tidak Sendiri

Terima Bantuan Kemanusiaan PMI Nasional, Mualem: Bantuan Ini Bukti Nyata Aceh Tidak Sendiri

12 Januari 2026
  • Home
  • Iklan
  • Karir
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2021 MEDIAACEH.CO

No Result
View All Result
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom

© 2021 MEDIAACEH.CO