Selasa, Februari 10, 2026
MEDIAACEH.CO
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom
No Result
View All Result
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom
No Result
View All Result
MEDIAACEH.CO

[Cerbung] Sang Kombatan (110)

by Redaksi
9 April 2016
in Tak Berkategori
Reading Time: 3 mins read
FacebookTwitterWhatsppLine

RATUSAN bom telah dilontarkan sejak pagi tadi. Aku sempat berpikir bahwa serangan akan berhenti jelang Magrib. Namun dugaanku ternyata salah.

"Bombardir terus. Biar mereka salat Magrib di akhirat saja," teriak seorang pria berbadan besar dari Tentara Republik. Aku menduga bahwa dia adalah perwira TNI.

Jarak diriku dengan mereka hanya sekitar 50 meter. Antara kami dengan para anggota TNI memang hanya dipisahkan dengan rawa.

Hal ini pula yang menyebabkan kami dengan mudah mendengar pembicaraan tentara itu.

"Siap komandan," ujar prajurit TNI lagi. Tak lama, ledakan ledakan bom kembali terdengar.

Suara azan  mulai terdengar dari kejauhan. Suara azan berselingan dengan ledakan bom yang membombardir Paya Cot Trieng.

"Aku geram dengan tingkah TNI itu. Izinkan aku menyeberang dan memotong leher pria besar tadi," ujar Apa Malok lagi.

"Jangan. Kalau menembak, maka sama artinya dengan bunuh diri. Kita harus menyebar dan membagi jarak. Jangan sampai kita ketahuan," ujar Puly lagi.

"Iya betul yang Puly bilang. Kita harus memisahkan diri, namun tetap di pinggir rawa ini. Mungkin masing masing berjarak 10 meter. Tetap waspada jika seandainya TNI menyeberang rawa," ujarku lagi.

Puly dan anggota pasukannya kemudian mulai merayap menjadi lokasi persembunyian lain. Mereka bergerak pelan sehingga ilalang tak bergoyang dan ketahuan TNI.

Sementara TNI terus membombardir Paya Cot Trieng. Mereka melontarkan bom dengan cara yang sekitar 1 kilometer di belakang kami.

Mungkin TNI berpikir bahwa kami mulai menjauh dari lokasi ledakan tadi dan menjauh dari arah mereka. Makanya bom semakin lama semakin jauh dari lokasi persembunyian kami.

TNI belum sadar bahwa kami justru merapat ke arah mereka. Dalam taktik gerilya, tempat yang paling aman adalah tempat yang paling dekat dengan musuh.

"Dum, dum, dum..dum." Suara itu terdengar dari kejauhan.

Ledakan bom di Paya Cot Trieng membuat suasana seolah  siang.

Aku seperti menonton film perang Vietnam. Namun kali ini berlangsung di dunia nyata. Aku benar benar merasakan begitu dekat dengan kematian.

Di depan ada ribuan tentara yang siap menembak mati jika seandainya persembunyian kami terbongkar. Sementara di belakang, TNI kian membabi-buta membombardir dengan bom.

Aku mencoba tetap siaga. Karena sedikit ceroboh maka nyawa menjadi taruhan. Hatiku terus terusan menyebut Asma Allah Swt. Aku tak ingin mati dalam keadaan berdosa.

Hingga dini hari, TNI masih tetap membombardir Paya Cot Trieng. Tiap detik membuat detakan jantung terpacu dengan cepat.

Dari Dzuhur tadi, aku cuma melaksanakan salat dalam posisi tiarap. Mungkin demikian juga dengan Puly dan anggota pasukan lainnya.

"Ya Tuhan, kalau memang di tempat ini nyawaku berakhir, aku ikhlas. Tapi kalau memang aku masih berguna bagi bangsa ini, tolong selamatkan aku," gumamku dalam hati.

"Tolong selamatkan kami semua. Kalau memang perjuangan kami sesuai dengan perintahmu, tolong bantu kami agar selamat dari ujian ini," gumamku lagi.

Beberapa menit kemudian aku tertidur. Namun suara ledakan masing terdengar.  Aku baru terbangun saat Subuh tiba. Aku cuma terbaring lemas dalam ilalang setinggi pria dewasa itu.

Maklum, hampir seharian kemarin, kami tak makan sedikit pun. Rasa lapar mulai menyerangkanku.

Di antara setengah sadar, aku tiba tiba mendengar air rawa mulai beriak. Aku mengamati suasana rawa dengan seksama. Di sana, pasukan TNI bersenjata lengkap ternyata mulai menyeberang rawa.

Mereka bergerak lamban. Mungkin berharap agar Tentara Nanggroe tak mengetahui gerak mereka.

Mengetahui hal ini, jantungku berdetak cepat. Naluri tempurku mulai meninggi. Sekilas, aku ingin menembak tentara republik yang sedang menyeberang tersebut. Namun jika ini terjadi, maka mereka akan dengan mudah mengetahui lokasi kami. [Bersambung]

Cerita bersambung ini karya Musa AM

Previous Post

Terlibat Sabu, Personil Polres Lhokseumawe Diusulkan Pecat

Next Post

Tarif Angkutan Darat Meulaboh-Banda Aceh Turun Rp5.000

JanganLewatkan!

Wagub Fadhlullah Minta Kabupaten Kota Fokus Persiapan Ramadhan

Wagub Fadhlullah Minta Kabupaten Kota Fokus Persiapan Ramadhan

by Redaksi
9 Februari 2026
0

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Hidrometeorologi Aceh Fase Transisi Pemulihan di Posko...

Wagub Aceh Turun Tangan Selesaikan Polemik Huntara Bireuen

Wagub Aceh Turun Tangan Selesaikan Polemik Huntara Bireuen

by Redaksi
8 Februari 2026
0

MEDIAACEH.CO, Bireuen - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah turun langsung memimpin rapat bersama para camat dan seluruh keuchik gampong terdampak bencana...

Bobby Razia Plat BL di Sumut, Bunda Salma: Jangan Alergi dengan Aceh!

Lagi, Senator Azhari Cage Bantu Pulangkan Jenazah Warga Aceh Utara dari Bekasi

by Redaksi
8 Februari 2026
0

MEDIAACEH.CO, Jakarta - Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage SIP, kembali membantu pemulangan jenazah warga asal Aceh di Bekasi...

Next Post

Tarif Angkutan Darat Meulaboh-Banda Aceh Turun Rp5.000

Tenggelam Saat Tsunami, Pulau Ini Tiba-tiba Muncul Lagi

Discussion about this post

BeritaTerbaru

Wagub Fadhlullah Minta Kabupaten Kota Fokus Persiapan Ramadhan

Wagub Fadhlullah Minta Kabupaten Kota Fokus Persiapan Ramadhan

9 Februari 2026
Wagub Aceh Turun Tangan Selesaikan Polemik Huntara Bireuen

Wagub Aceh Turun Tangan Selesaikan Polemik Huntara Bireuen

8 Februari 2026
Bobby Razia Plat BL di Sumut, Bunda Salma: Jangan Alergi dengan Aceh!

Lagi, Senator Azhari Cage Bantu Pulangkan Jenazah Warga Aceh Utara dari Bekasi

8 Februari 2026
Masih Buron, Mantan Keuchik di Aceh Utara Dituntut 7 Tahun Penjara Terkait Korupsi Dana Desa

Masih Buron, Mantan Keuchik di Aceh Utara Dituntut 7 Tahun Penjara Terkait Korupsi Dana Desa

6 Februari 2026
Ketua Komisi VI DPRA: Alhudri Tunjukkan Iktikad Baik untuk Dongkrak Kualitas Pendidikan Aceh

Pemkab Aceh Timur Kejar Percepatan Pembangunan Huntara

4 Februari 2026
  • Home
  • Iklan
  • Karir
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2021 MEDIAACEH.CO

No Result
View All Result
  • News
  • Headline
  • Sports
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Health
  • Hiburan
  • Kolom

© 2021 MEDIAACEH.CO