MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengakui, bahwa sebelumnya Pemerintah Pusat tidak ingin melepas Aceh untuk mengelola permasalahan minyak dan gas sendiri. Padahal dalam MoU Helsinki, hal tersebut merupakan hak Aceh untuk mewujudkan apa yang tertulis di qanun, mesti terbukti jangan sampai ada kejanggalan-kejanggalan yang terjadi.
"Pemerintah Pusat memberikan segalanya untuk Aceh, asal jangan minta merdeka. Kita tidak minta merdeka," kata Zaini Abdullah di Pondopo Gubernur, Selasa 15 Maret 2016.
Ia kembali mengakui, bahwa di gunung Kulu dan Paro akan dibangun Fly Over dan dua terowongan dan satu terowongan juga dibangun di puncak Geurute sepanjang 1,7 kilometer untuk mengantisipasi ketika ada bencana tanah longsor.
"Kalau tidak, saya akan terus mengingatkan mereka (pemerintah pusat,red), ini bukan janji kosong, ini sudah ada dalam LPJN mereka, kita doakan ini bisa terwujud dalam tahun-tahun mendatang," ujar Zaini.[]
Laporan: Wildan El Fadhil | Banda Aceh








Discussion about this post