MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Ketua Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia, Munawar Khalil mengatakan masyarakat Aceh belum siap mengadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
“Masih banyak masyarakat Aceh tahu apa itu MEA dan bagaimana pelaksanaan nantinya ini, disebabkan kurangnya informasi dan sosialisasi ke masyarakat, apa lagi masyarakat yang berada di pedesaan dan kawasan terpencil,” kata Munawar, 16 Januari 2016.
“Saya yakin benar masyarakat kita sangat belum siap menerima kedatangan orang asing. MEA ini terkesan pemaksaan sistemik yang lahir dari sikap egoisme pemerintah yang tidak mawas diri. Seharusnya persiapannya sudah optimal baru diterapkan,” ujarnya lagi.
Dikatakannya, masalah yang akan dihadapi pertama adalah gaya hidup dan bahasa. “Kendatipun presiden mengatakan itu tidak berdampak, tapi saya yakin faktor bahasa juga menjadi salah satu persoalan,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta agar jangan sampai kehadiran MEA meluluh lantakkan kebudayaan dan adat istiadat di Aceh yang punya sejuta kearifan lokal.
“Jangan sampai berdampak kepada pembebasan berbagai aspek dan tatanan kehidupan. Jangan sampai ideologi transnasional berkembang pesat di Aceh, karena akan sangat membahayakan dan dapat mengikis ideologi ke-Acehan dan ke-Indonesiaan dalam bingkai islam yang selama ini telah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.









Discussion about this post