Mantan Kadis di Bener Meriah Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Hama Kopi

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Penyidik Polda Aceh menetapkan mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah berinisial AR sebagai tersangka kasus dugaan korupsi program bantuan penangkap hama kopi yang bersumber dari APBN 2015.

AR ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan mark up harga alat dari distributor hingga dua kali lipat.

Selain AR, penyidik juga menetapkan 3 orang lainnya sebagai tersangka, yakni, T selaku PPK, MU selaku rekanan dan TJ selaku rekanan yang menerima sub kontrak pekerjaan.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono mengatakan, pada tahun 2015 Dinas Perkebunan dan Kehutanan Bener Meriah melaksanakan program bantuan penangkap hama dengan jumlah anggaran sebesar Rp 48.150.000.000 (empat puluh delapan miliar seratus lima puluh juta rupiah). Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan oleh PT Jaya Perkasa Grup.

Baca Juga  Berbagi Makanan di Kawasan Terisolir Aceh Singkil, Relawan MRI Susuri Sungai Berpenghuni Piton dan Buaya

“Kerugian negara mencapai Rp 16.502.363.636.00 (enam belas milyar lima ratus dua juta tiga ratus enam puluh tiga ribu enam ratus tiga puluh enam rupiah),” ujarnya.

Sementara itu Dir Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol T Saladin mengatakan, dalam pengungkapan kasus ini polisi telah memeriksa 50 saksi dan 2 saksi ahli dari BPKP dan LKPP.

Saladin menjelaskan, pihaknya juga mengamankan uang tunai senilai 2 milyar dua ratus lima puluh juta dari tangan tersangka AR. Selain itu dari tersangka AR juga diamankan dua surat tanah atas dua bidang tanah dengan estimasi mencapai Rp 2 milyar. Dari tersangka T polisi turut mengamankan uang tunai senilai Rp 50 juta.

“Sehingga total pengembalian uang negara yang disita penyidik sebesar empat milyar tiga ratus juta rupiah,” ujarnya.

Baca Juga  Menteri Sofyan Djalil Ingatkan Mahasiswa Akan Bahaya Jejak Digital