Politeknik Kutaraja Gelar Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah dan Penggunaan Aplikasi Mendeley

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Politeknik Kutaraja Banda Aceh menggelar workshop peningkatan penulisan artikel ilmiah Nasional pada jurnal terakreditasi Sinta, yang digelar di kampus Politeknik Kutaraja jalan Syiah Kuala No.10, Banda Aceh, Selasa 16 Juli 2019.

“Harus diakui, produktivitas publikasi pada jurnal ilmiah para dosen khususnya di kampus Politeknik Kutaraja masih sangat rendah, jika dibandingkan dengan beberapa perguruan tinggi yang ada di Banda Aceh,” ujar Direktur Politeknik Kutaraja Supriyanto, SP., M.Si., dalam sambutannya.

Hadir sebagai pemateri dalam workshop tersebut Dr. Janner Simarmata dari Universitas Negeri Medan dan Mesran M.Kom dari STMIK Budidarma.

Dr. Janner Simarmata dalam paparannya mengatakan, kebanyakan jurnal-jurnal saat ini menggunakan struktur IMRAD (Introduction, Method and Material, Result & Discussion).

Baca Juga  Jenazah Mahasiswa Aceh yang Meninggal di Kairo Dimakamkan di Kampung Halaman

“Kadang-kadang juga ditambahkan ucapan terimakasih, kesimpulan, apendiks dan referensi selalu disertakan sebagai daftar sitasi,” sambungnya.

Janner juga menyampaikan, ada beberapa alasan kenapa artikel ditolak oleh editor, diantaranya karena lingkup dari jurnal tidak sesuai dengan artikel yang dikirim, atau artikel kita sedang direview oleh jurnal lain, atau artikel yang kita kirim tidak sesuai dengan template jurnal yang kita tuju.

“Sedangkan alasan teknis diantaranya bisa karena hipotesisnya tidak jelas, kurangnya analisis atau karena adanya pelanggaran etika,” ucapnya.

Sementara itu, Mesran dalam materinya menjelaskan tentang bagaimana mencari jurnal-jurnal terakreditasi di portal Sinta, mulai akreditasi S1 sampai S6.

“Namun menurutnya, masih banyak dosen-dosen yang belum memanfaatkan keberadaan sistem tersebut,” jelasnya.

Baca Juga  Mantan Kombatan Harap Perbedaan Dukungan Capres tidak Pengaruhi Kinerja PA

Selain memberikan materi tentang referensi dengan menggunakan aplikasi manajemen referensi dengan Mendeley, Mesran juga menyampaikan agar penulis menghindari tindakan plagiat karya tulis.[]