Pendaftaran Calon Ketum Gapensi Aceh Dibuka, Calon Wajib Setor Biaya Partisipasi Rp 300 Juta

Steering Committee Musda IX Gapensi Aceh, T Alaidinsyah

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh– Badan Pengurus Daerah (BPD) Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) Aceh akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) IX di Hotel Mekkah, Banda Aceh pada 30-31 Juli mendatang.

Musda tersebut akan dihadiri lebih kurang  97 orang yang terdiri dari perwakilan BPP Gapensi Pusat, BPD Gapensi Aceh dan BPC Gapensi dari 23 Kabupaten/Kota Se-Aceh.

Dalam Musda tersebut nantinya, Gapensi akan memilih calon ketua umum Gapensi Aceh periode 2019-2024.  Pendaftaran calon ketua telah dibuka sejak hari ini hingga Jumat 26 Juli 2019.

Sterring Commitee Musda IX Gapensi, Teuku Alaidinsyah mengatakan, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi bagi calon Ketum Gapensi. Di antaranya, calon Ketum memiliki perusahaan yang harus tercatat dalam keanggotaan Gapensi minimal 3 tahun terakhir.

Baca Juga  ACT - MRI Banda Aceh Galang Donasi untuk Palestina

“Kemudian pernah duduk dalam jabatan di dalam badan pengurus Gapensi baik di tingkat BPP/BPD/BPC sekurang-kurangnya 1 masa bakti,” ujar Alaidinsyah.

Kemudian tidak sedang dicabut haknya untuk memangku suatu jabatan tertentu, tidak dalam keadaan pailit dan tidak sedang menjalani hukuman atas dasar keputusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Kemudian juga tidak boleh rangkap jabatan dengan pengurus LPJK Daerah,” katanya.

Para calon ketua umum Gapensi juga diwajibka untuk menyetor biaya partisipasi sebesar Rp 300 juta saat pengembalian formulir.

“Ini bukan keputusan sepihak. Tapi atas hasil kesimpulan bersama pengurus BPD Gapensi ,” ujar Alaidin.

Pada hari pertama dibukanya pendaftaran hanya satu orang yang telah mengambil formulir atas nama Mukhtar Paratex.

Baca Juga  Penuhi Janji, Fadhil Hadirkan UAS pada Haul Sirul Mubtadin Bireuen

Pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Bendahara Gapensi Aceh itu mengaku, termotivasi untuk memajukan Gapensi.

“Bahwasanya saya akan coba mungkin ada yang belum terselesaikan di masa lalu. Saya tidak mengucapkannya sekarang nanti waktu musyarawah saya sampaikan,” ujarnya.