Disbudpar Ajak Bangun Wisata Aceh dengan Cara Halal, Bukan Menghalalkan Segala Cara

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si.AK melalui Kapala Bidang Pemasaran, Rahmadhani, M.Bus mengajak semua pihak untuk membangun wisata Aceh dengan cara-cara yang halal, dan sebaliknya bukan menghalalkan segala cara demi mendulang rupiah atau dolar.

Hal ini disampaikan Rahmadhani, saat membuka acara Peningkatan SDM HPI Aceh dalam Mendukung Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan, di Kyriad Hotel, Banda Aceh, Senin 15 Juli 2019.

Aceh berhasil meraih peringkat kedua sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan Indonesia 2019 dari 5 Provinsi di Indonesia melalui standar Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019, yang mengacu pada standar global Global Muslim Travel Index (GMTI).

Perolehan peringkat kedua tersebut menjadi pemicu bagi Disbudpar Aceh untuk terus bekerjasama dalam pengembangan potensi Aceh sebagai destinasi halal unggulan dengan menjunjung tinggi budaya dan nilai-nilai syariah, termasuk dalam penyediaan produk makanan Halal dan usaha pariwisata bersertifikasi Halal untuk memanjakan wisatawan yang mencari destinasi wisata berbasis syariah dengan kemudahan mendapatkan usaha akomodasi dan kuliner halal.

Baca Juga  Besok Pagi, BPPA Pulangkan Warga Bireun yang Meniggal Dunia

Disbudpar akan terus melakukan pembenahan dan persiapan ke arah pengembangan Aceh sebagai destinasi halal unggulan dengan mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk ikut berpartisipasi aktif.

“Oleh karena itu, peran seluruh pelaku pariwisata, baik dari jajaran pemerintah, maupun pelaku usaha memberikan diharapkan dapat ditingkatkan dalam pelayanan kepada wisatawan.”

Selain itu, Ia mengatakan, sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Pengembangan dan pendayagunaan sumber daya diharapkan dapat memberdayakan segala potensi pariwisata dan memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi melalui kunjungan wisatawan pada suatu Daerah Tujuan Wisata (DTW), sekaligus telah memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi penduduk setempat.

Dengan mengedepankan komponen wisata seperti daya tarik objek wisata, akomodasi, produk kuliner halal, spa, sauna dan massage yang halal, dan biro perjalanan wisata serta pramuwisata yang ramah dan berakhlak diharapkan akan mendorong tumbuhnya entitas bisnis halal di lingkungan usaha kepariwisataan di Aceh, sehingga akan meningkatkan jumlah kunjungan yang kemudian akan menjadi sumber pendapatan daerah dan peningkatan taraf perekonomian masyarakat Aceh.

Baca Juga  Waled Nu: Nota Kesepahaman bukan Berarti Dukungan

“Kami telah melakukan Sosialisasi Wisata Halal ke beberapa Kabupaten/Kota dan melakukan kegiatan Pelatihan bagi SDM Pelaku Usaha Pariwisata di Aceh dengan harapan semua pihak dapat memprioritaskan kebijakan-kebijakan yang mendukung terealisasinya wisata halal di Aceh secara keseluruhan.”

Ia juga mengharapkan, agar para pelaku usaha pariwisata mengurus sertifikat halal pada usaha pariwisata untuk dijalankan.

Selain itu, Rahmadhani mengatakan, pemandu wisata sangat dibutuhkan dalam mendukung dan mempromosikan destinasi wisata halal Aceh, dimana para pemandu merupakan ujung tombak dalam melayani wisatawan yang berkunjung.

“Dalam menjalankan tugas kepemanduan, para tour guide diharapkan dapat memberikan informasi yang benar dan akurat tentang Aceh, memiliki penampilan yang baik dengan semangat PR yang tinggi serta mempromosikan Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan,” kata Rahmadhani.