Polisi Tetapkan Empat Napi Tersangka Kerusuhan Rutan Lhoksukon

Konferensi pers di Polres Aceh Utara terkait empat dalang kerusuhan Rutan Lhoksukon. Dok-Zulkifli Anwar

MEDIAACEH.CO, Aceh Utara – Empat narapidana ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kerusuhan di Rutan Lhoksukon, Aceh Utara, Minggu (16/6/2019) lalu. Dua di antaranya telah diamankan ke Polres Aceh Utara, satu masih dalam persidangan, sedangkan satu lainnya telah dipindahkan ke Rutan Bener Meriah.

Hal itu disampaikan Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kabag Ops AKP Iswahyudi dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres setempat, Selasa (25/6/2019). Masing-masing tersangka yaitu, Safrizal Saputra, Nanda Saryulis, Bima Saputra (dalam tahap persidangan) dan Rahmat Irmawan (dipindahkan ke Bener Meriah).

“Dari penyelidikan kita, empat napi kita tetapkan sebagai tersangka. Otak pelaku kerusuhan Safrizal, napi kasus pembunuhan terhadap Tgk. M Amin di Alue Ie Mudek, Gampong Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Dua tersangka sudah kita amankan ke Polres, satu masih sidang dan satu lagi sudah dipindahkan ke Bener Meriah,” ujar Iswahyudi.

Dalam kasus kerusuhan Rutan Lhoksukon, sebanyak 73 narapidana melarikan diri. “29 sudah kita tangkap kembali, satu tewas di sungai dan empat lainnya menyerahkan diri,” ucap AKP Iswahyudi.

Baca Juga  Lima Komisioner KPU Palembang Ditetapkan Sebagai Tersangka

Di lokasi yang sama, Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap para sipir dan anggota kepolisian yang berjaga saat kejadian (kerusuhan Rutan Lhoksukon).

Menurut keterangan para saksi, para tersangka yang diprovokasi oleh SS awalnya mendobrak pintu pertama di dalam lapas. Kemudian, berlanjut ke pintu kedua dan pintu utama.

“Ada tiga pintu di rutan itu. Pintu pertama dibobol oleh Safrizal. Pintu kedua atau tengah sedang terbuka karena pembagian nasi. Setelah itu ia berhasil keluar dari pintu utama. Pas sudah di luar, pintu utama yang sudah dikunci oleh para sipir kembali didobrak hingga napi lainnya ikut kabur,” kata Iptu Rezki.

Sementara itu, Safrizal mengaku niatnya awal bukanlah untuk kabur, melainkan untuk menusuk mata kekasihnya yang juga napi di rutan yang sama, karena dipicu sakit hati.

Baca Juga  Ricuh, Puluhan Napi Rutan Lhoksukon Dikabarkan Kabur

“Sore itu (Minggu, 16 Juni 2019), aku gak mikir panjang lagi. Aku bilang ke teman-teman, siapa yang mau lari silahkan, saya mau dobrak. Mereka (napi lainnya) bilang, Ya, sudah, jika Rizal mau dobrak, maka kami akan lari. Waktu itu karena timbul emosi tadi, mau kuapakan memang dia (Marliah), mau kucolok matanya dengan sikat gigi yang sudah kuruncingkan. Tapi, karena pintu sel perempuan cepat ditutup, jadi saya tidak ikutin ke situ (sel Marliah) lagi. Kulihat teman-teman lari, akupun kesempatan untuk lari,” pungkas Safrizal.

Seperti yang diketahui, Safrizal divonis hukuman seumur hidup atas kasus pembunuhan terhadap Tgk. M Amin (suami kekasihnya, Marliah) di Alue Ie Mudek, Gampong Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, 26 Juli 2018. Atas perkara tersebut, Marliah juga dihukum dan dijatuhi 15 tahun kurungan penjara.