Penolakan Firanda, Tu Bulqaini: Ke Depan Penceramah Harus Miliki Rekomendasi MPU

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh Tu Bulqaini menanggapi soal penolakan pengajian Ustad Firanda Andirja di Banda Aceh beberapa hari yang lalu.

Menurut Tu Bulqaini, masyarakat Aceh tidak menolak kedatangan Firanda di Serambi Mekah. Namun, yang ditolak adalah pengajian yang dibawakan oleh Firanda karena dinilai tidak sesuai dengan aqidah umat Islam di Aceh.

“Tapi persoalannya dia mengembangkan misinya, tentang aqidah ini, bertentangan dengan aqidah bukan hanya aqidah umat Islam di Aceh, tetapi aqidah mayoritas umat Islam di seluruh dunia,” ujarnya.

Tu Bulqaini mencontohkan, ada sejumlah pemahaman Firanda yang dinilai tidak sesuai dengan aqidah ahlus sunnah wal jamaah. Seperti halnya tuduhan bahwa ayah dan ibu nabi masuk neraka. Kemudian terkait aqidah asy a’riyah yang dituduh sesat.

Baca Juga  Kota Baru dan Kuta Alam Dicanangkan Sebagai Gampong dan Kecamatan Layak Anak

“Islam yang pertama masuk nusantara ini adalah ke Aceh. Kalau aqidah Asy a’riyah ini sesat maka semua sesat,” katanya.

Bulqaini menegaskan, agar kejadian serupa tidak terjadi di kemudian hari, maka setiap penceramah harus mendapat rekomendasi dari MPU.

“Ke depan, siapapun penceramah  harus ada rekomendasi dari MPU untuk menjaga kenyamanan umat Islam yang ada di Aceh,” ujarnya.