KPU Sebut Referendum Akibat Permainan Politik Elite

Puluhan lembar bendera bintang bulan ikut ramaikan kampanye Akbar Partai Aceh Kabupaten Aceh Utara di lapangan Landing, Lhoksukon Aceh Utara, Kamis 11 April 2019. | Foto: mediaaceh.co/Yon Musa

MEDIAACEH.CO, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyimpulkan wacana referendum yang sempat mencuat di beberapa daerah disebabkan oleh permainan politik para elite.

Dilansir dari Bisnis.com, Minggu 02 Juni 2019, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid mengatakan bahwa perilaku ini dimaknai secara beraneka ragam oleh masyarakat termasuk salah satunya wacana referendum. Permainan di tingkat elite kadang dimaknai secara bermacam-macam oleh masyarakat.

“Di tingkat masyarakat yang menganggap poltical elektoral itu bukan sebuah game tapi sebagai sikap atas bangunan kebangsaan kita. Itu yang harus dihindari,” katanya di Gedung KPU, Jakarta.

Melihat kondisi demikian, Pramono mengimbau para elite agar segera melakukan rekonsiliasi agar bisa menjadi contoh kepada masyarakat. Semua pihak harus saling bergandengan tangan dan bersatu kembali untuk membangun bangsa.

Baca Juga  Jelang Pemilu, Plt Sekda Aceh Instruksikan ASN Netral

“Oleh karena itu di tingkat bawah, tokoh baik itu tingkat lokal baik itu politik, agama, pemuda, dan media massa harus segera memulai memperlihatkan, mengajak, seru, gimana rekonsilisasi harus dilakukan di tingkat lokal. Karena sebagian masyarakat di bawah konflik menjadi persoalan personal bahkan bisa merembet ke agama, sikap politik terhadap bangunan kebangsaan kita,” jelasnya.

Sebelumnya Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Komite Peralihan Aceh dan juga Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf menyerukan agar Aceh melakukan referendum atau jajak pendapat. Pilihannya apakah tetap ingin dengan Indonesia atau berpisah menjadi negara baru.

Seruan itu dikatakan pada sambutannya saat peringatan sembilan tahun wafatnya Wali Negara Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Muhammad Hasan Ditiro, Senin (27/5/2019) malam.[]

Baca Juga  Abu Razak Ketum PDBI Aceh