KPA Kecam Pernyataan yang Menyudutkan Mualem soal Referendum

Juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Azhari Cage SIP

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Azhari Cage SIP mengecam setiap perkataan dan berita yang menyerang Mualem atau Muzakir Manaf terhadap klarifikasi video referendum.

“Kita ingatkan agar semua pihak jangan latah apalagi kalau ada yang keluar dari setingkat bupati atau pun ketua partai nasional tingkat kabupaten atau kota. Semua pihak harus sadar sudah 14 tahun MoU dan UUPA tidak berjalan sebagaimana mestinya,” kata Azhari Cage, Sabtu 15 Mei 2019.

Ia mengatakan, setelah 14 tahun damai, tapi  realisasi MoU dan UUPA masih belum maksimal. Seharusnya jika mereka dan para pihak ingin Aceh lebih maju harus sama-sama mengawal.

Baca Juga  KPU Usulkan 14 Tema dalam Debat Capres

“Tapi mereka adem-adem saja. Ketika Mualem menggugat dengan referendum, malah mereka mengikut irama Jakarta, seharusnya kalau mereka peduli dengan Aceh, mereka harus memperkuat apa yang diwacanakan Mualem,” kata Azhari.

Azhari juga kecewa terhadap elit atau tokoh Aceh. “Sebelum Mualem mengatakan referendum, politik di Aceh dan suara-suara untuk implementasikan UUPA secara tuntas nyaris tak terdengar.”

Ketika Mualem menyatakan referendum maka asa untuk menuntaskan Mou dan UUPA kembali menggelora.

“Sebenarnya, nilai positif dari pernyataan Mualem sangat luar biasa,” kata Azhari.

“Kita mengharapkan agar masyarakat bisa menyaring setiap berita apalagi ada pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan politiknya dengan isu isu yang berkembang saat ini dan tentunya akan menggoreng video tersebut untuk kepentingannya,”

Baca Juga  KPU Coret Usulan Aceh dan Papua Jadi Lokasi Debat Capres-Cawapres

Kata Azhari Cage, Mualem dalam hal ini berani mengambil resiko dengan pernyataan referendum, walau diancam hukum yang harus diterima.

“Intinya adalah tuntaskan MoU dan UUPA atau referendum. Tujuannya tentu saja untuk kesejahteraan Aceh yang akan dirasakan oleh masyarakat secara keseluruhan. Marilah kita berpikir bijak dan cerdas agar Aceh lebih baik ke depan,” kata Azhari.