DPRK Abdya Dukung Fatwa MPU Haram Game PUBG

MEDIAACEH.CO, Abdya – Fatwa pengharaman terhadap game online PUBG dan sejenisnya oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mendapat dukungan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya). Dukungan ini disuarakan oleh Yusran Adek.

Politisi partai Nasdem ini mendukung penuh fatwa pengharaman terhadap game-game yang telah diharamkan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Dia menilai fatwa tersebut sangat rasional jika dilihat kondisi generasi muda saat ini yang sudah terlampau ketagihan game itu.

“Selaku anggota DPR, saya mendukung penuh fatwa tersebut, sebab kondisi generasi muda hari sangat memprihatinkan. Jika kita lihat diwarung-warung hampir 80 persennya generasi muda kita disibukkan dengan game PUBG, bahkan lupa dengan waktu,” kata Yusran dii Blangpidie, Senin 24 Juni 2019.

Baca Juga  Keren, Siswa SMKN 1 Al Mubarkeya Pilih Ketua OSIS dengan E-Voting

Menurutnya, hadirnya game PUBG juga dapat merenggangkan silaturrahmi antar sesama. Selain itu, game tersebut juga sudah mewabah ke anak-anak yang seharusnya masih fokus dalam dunia pendidikan dunia dan keagamaan namun malah fokus pada geme.

“Tentu fatwa yang dikeluarkan oleh MPU Aceh sudah ada kajian-kajian yang mendalam, sehingga ulama kita bersepakat untuk mengharamkan game tersebut. Apalagi, game itu sudah mewabah ke anak-anak, tentu ini sangat mengkhawatirkan kita sebagai orang tua,” ujarnya.

Dihimbaunya kepada orang tua dan elemen masyarakat untuk sama-sama saling mengawasi generasi muda dari pengaruh game yang besar mudharatnya, supaya generasi Kabupaten Abdya dapat kiranya menjadi generasi produktif untuk kedepannya.

Baca Juga  Rekrutmen P3K Dibuka Tahun 2019, Honorer Bisa Lamar

“Tentu pengawasan dari orang tua menajdi hal utama dalam menjaga anak-anak. Sebab orang tua merupakan madrasah bagi perkembangan pertumbuhan anak. Kita berharap agar persoalan game ini menjadi tanggung jawab bersama supaya generasi kita kedepan menjadi generasi produktif,” sebutnya.