Aktivis Perempuan: Referendum adalah Cita-cita Rakyat Aceh yang Tertunda

Rahmatan, Aktivis Perempuan Aceh

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Aktivis Perempuan, Rahmatan mendukung wacana referendum yang digaungkan oleh Ketua Umum Partai Aceh Muzakir Manaf.

Pernyataan tersebut disampaikan Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem dalam acara peringatan mangkat wali nanggroe hasan tiro dan buka puasa bersama di Amel Convention Hall, Banda Aceh, Senin 27 Mei 2019.

“Kami dari Inoeng Aceh mendukung referendum di Aceh. Dukungan ini bukan hanya karena wacana dari Mualem, tapi ini adalah isi hati masyarakat Aceh agar kita bisa mandiri,” kata Rahmatan, kamis 30 Mei 2019.

Menurutnya, masyarakat Aceh berhak memilih untuk perubahan Aceh yang lebih baik dan mandiri.

“Komitmen dulu sejak digaungkan referendum harus terwujud, karena ini adalah kepentingan rakyat Aceh,” kata Rahmatan, penerima Nobel Perempuan Pekerja Kemanusian Masa Konflik di Bangkok tahun 2017

Baca Juga  Tgk Muharuddin: Banyak Kewenangan Aceh Belum Sesuai dengan UUPA dan MoU Helsinki

Rahmatan menjelaskan, ada banyak alasan kenapa harus referendum, salah satunya adalah komitmen Pemerintah Pusat terhadap Aceh masih kurang terhadap pembangunan Aceh.

“Komitmen Pemerintah Pusat masih setengah hati untuk mengimplementasi MoU dan UUPA di Aceh. Karena itu salah satu jalan yang ada adalah referendum. Referendum adalah cita-cita rakyat Aceh yang tertunda,” kata aktivis perempuan ini.