YARA Sesalkan Pengalihan Penahanan Maimun

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh-Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA),k Safaruddin mengaku keberatan dengan keputusan Majelis Hakim terkait pengalihan penahanan terdakwa kasus penipuan calon PNS Maimun menjadi tahanan luar.

Sebagai kuasa hukum korban kasus penipuan calon PNS, Safaruddin menilai keputusan ini tidak mempertimbangkan rasa keadilan bagi korban.

Keputusan tersebut juga dinilai tidak mempertimbangkan pasal 21 ayat 1 KUHAP yang menyatakan bahwa perintah penahanan atau penahanan lanjutan terhadap seorang tersangka atau terdakwa yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup, dalam hal adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka atau terdakwa akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana.

Baca Juga  Berikan Bantuan Hukum Gratis ke Masyarakat, Pemko Banda Aceh dan YARA Jalin Kerjasama

“Kami akan surati Pengadilan Negeri Pidie Jaya untuk  menyatakan keberatan, dengan keberadaan Maimun di luar korban merasa was-was dan tidak nyaman dan merasa khawatir atas keselamatan diri pribadinya karena antara korban dan terdakwa Maimun masih tinggal dalam satu kawasan yang mudah dijangkau, dan kami juga akan menyampaikan ini kepada Pengadilan Tinggi Aceh dan Badan Pengawas Mahkamah Agung,” ujarnya, Kamis 30 Maret 2019.

Menurutnya, hakim harus memperhatikan rasa keadilan bagi korban, kemudian tentang alasan tidak akan melarikan diri, menghilangkan alat bukti dan tidak akan mengulangi tindak pidananya.

“Alasan ini tidak sejalan dengan tindakan Maimun dalam dugaan kasus yang sedang disidangkan, dimana korbannya lebih dari satu orang, dan bisa jadi modus ini akan dijalankan lagi dengan mencari korban lainnya nanti karena terdakwa dapat melakukan aktivitas dengan leluasa di luar tahanan,” ujarnya.

Baca Juga  Polisi Tangkap Penjual dan Penyedia Sabu di Aceh Utara

Safaruddin akan menyurati PN Pidie Jaya untuk membatalkan pengalihan tahanan terdakwa dan kembali menempatkan Maimun ke dalam Rumah Tahanan Negara.

“Karena korban merasa khawatir dengan keselamatan diri pribadi karena telah melaporkan Maimun dan diproses secara hukum hingga ditangkap dan ditahan, kemudian juga dikhawatirkan akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana kepada orang lain nantinya,” ujarnya.