Muslim Ayub Pertanyakan Keinginan Referendum yang Diwacanakan Mualem

Bendera Bintang Bulan berkibar di acara kampanye akbar Partai Aceh di Lhokseumawe, Minggu 07 April 2019. | Foto: mediaaceh.co/Yon Musa

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh — Anggota DPR RI, Muslim Ayub, mempertanyakan keinginan referendum yang diwacanakan oleh mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf beberapa waktu lalu.

“Pertama itu referendum kan tidak ada dalam peraturan undang-undang. Itu enggak ada diatur dalam mekanisme perundang-undangan. Yang kedua, Aceh itu sudah sangat sejahtera,” kata Muslim Ayub seperti yang dikutip dari Republika.co.id, Kamis 30 Mei 2019.

Politisi PAN tersebut menilai Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) saat ini telah mencapai Rp 15 triliun sampai Rp 16 triliunper tahun. Jumlah tersebut diketahui lebih besar jika dibanding beberapa provinsi lain di Pulau Sumatera.

“Aceh itu luar biasa, apa yang dicari untuk referendum?,” katanya.

Baca Juga  Menyikapi Perbedaan Idul Fitri , Ini Penjelasan Tim Falakiyah Kemenag Aceh

Ia pun mempersilakan jika ada pihak yang menginginkan adanya referendum. Janya saja ia menilai referendum itu ditujukan bukan untuk rakyat Aceh, tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya jangan sampai kejadian seperti di Timor Timur kembali terulang.

“Referendum itu diberikan kesempatan misalnya Jakarta bagaimana menilai referendum Aceh, Sumatra Barat bagaimana, kita kasih jajak pendapat, bagaimana, bukan Aceh yang meminta referendum,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menilai tidak ada kaitannya sama sekali adanya keinginan referendum tersebut dengan kekecewaan terhadap hasil Pilpres. Ia meminta semua pihak untuk menunggu proses persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) yang saat ini masih berjalan. “02 sudah melakukan upaya menggugat ke MK. Yang jelas kita lihat dulu ini kan belum berakhir,” tutur anggota Komisi III DPR RI itu.[]

Baca Juga  Kebakaran: Bencana Tertinggi di Aceh, Masyarakat Diimbau Periksa Instalasi Listrik