Bahaya Minum Air Kelapa Terlalu Banyak

MEDIAACEH.CO, Jakarta – Air kelapa seakan menjadi minuman primadona yang selalu dikejar hingga ke ujung dunia. Tidak mengherankan karena mengingat air kelapa memiliki rasa yang menyegarkan sekaligus mengandung zat gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Tapi awas, minum air kelapa terlalu banyak ternyata bisa membahayakan tubuh.

Berdasarkan penuturan dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, air kelapa mengandung elektrolit maupun karbohidrat yang mudah dicerna oleh tubuh.

“Air kelapa murni tanpa campuran bahan lain mengandung 5,45 kalori, 1,3 gram gula, 61 miligram potasium, dan 5,45 miligram sodium. Kandungan gizi tersebut membuat air kelapa mampu menjaga keseimbangan eletrolit agar tubuh terhidrasi dengan baik,” tutur dr. Nadia

Senada dengan itu, dr. Jessica Florencia dari KlikDokter juga mengatakan bahwa air kelapa murni yang dikonsumsi secara rutin mampu memberikan manfaat sehat sebagai berikut:

  • Membantu program penurunan berat badan
  • Mengatasi gangguan pencernaan
  • Mengontrol tekanan darah tinggi
  • Mengatasi hangover atau mabuk akibat minuman beralkohol.

Sayangnya, segala manfaat yang ditawarkan air kelapa bisa sirna seketika dan berubah jadi malapetaka jika Anda mengkonsumsinya secara berlebihan. Ya, minum air kelapa terlalu banyak ternyata justru mengundang bahaya pada tubuh.

Akibat terlalu banyak minum air kelapa

Melansir berbagai sumber, berikut adalah beberapa keadaan bahaya yang bisa terjadi jika Anda minum air kelapa terlalu banyak:

Baca Juga  Sumbangsih Umat Islam dalam Ilmu Farmasi

Hipotensi

Hipotensi adalah kondisi saat tekanan darah berada di bawah angka 90/60 mmHg. Gejala yang terjadi akibat kondisi ini adalah pusing, mual, penurunan konsentrasi, badan lemas hingga penurunan kesadaran.

Melansir WebMD, minum air kelapa terlalu banyak adalah salah satu penyebab terjadinya hipotensi alias tekanan darah sangat rendah. Ini karena setiap 240 mililter air kelapa murni mengandung 600 miligram potasium.

Penelitian mengatakan bahwa potasium dengan jumlah tersebut mampu menurunkan tekanan darah sistolik 71% dan tekanan diastolik 29%. Jika Anda minum air kelapa terlalu banyak, jumlah potasium yang masuk ke tubuh akan berlebihan.

Gangguan elektrolit

Mengutip Livestrong, gangguan elektrolit sangat mungkin terjadi jika tubuh kemasukan potasium dari air kelapa dalam jumlah berlebih. Dalam istilah medis, keadaan ini dikenal dengan sebutan hiperkalemia.

Seseorang yang mengalami gangguan elektrolit umumnya akan merasakan gejala, seperti badan lemas dan mudah lelah, mual dan mutah, diare, penurunan kesadaran hingga tingkat koma, dan denyut jantung tidak beraturan yang bisa berujung pada kematian.

Diare

Tahukah Anda bahwa air kelapa dapat berfungsi sebagai pencahar alami? Fungsi air kelapa ini tentu sangat bermanfaat bagi mereka yang sering mengalami keluhan sembelit alias susah buang air besar.

Baca Juga  Fakta Menarik tentang Seks

Sayangnya, manfaat tersebut bisa menjadi petaka jika Anda minum air kelapa secara berlebihan. Sebab, efek pencahar yang diberikan air kelapa juga akan lebih hebat. Karenanya, yang justru bisa terjadi akibat minum air kelapa secara berlebih adalah diare.

Hiperglikemia

Air kelapa mengandung gula dan karbohidrat, yang jika masuk ke dalam tubuh dalam jumlah banyak dapat menyebabkan lonjakan glukosa alias kadar gula darah. Medis menyebut kondisi ini dengan hiperglikemia.

Seperti Anda ketahui, kadar gula darah yang tinggi yang tidak terkendali adalah awal mula terjadinya resistansi insulin. Ini adalah salah satu keadaan yang melatari terjadinya diabetes mellitus tipe 2.

Batas aman minum air kelapa

Meski baik bagi kesehatan, air kelapa tetap tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Menurut dr. Fiona Amelia MPH dari KlikDokter, untuk mendapatkan segala kebaikan air kelapa, Anda cukup mengonsumsinya sebanyak satu gelas per hari.

“Bila sudah mengalami gangguan ginjal, Anda perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi air kelapa. Ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Ini karena risiko hiperkalemia menjadi jauh lebih tinggi pada orang-orang dengan fungsi ginjal yang terganggu,” kata dr. Fiona.

Sumber: klikdokter.com