Tagar #KawalPemilu Satukan Pendukung 01 dan 02 di Medsos

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Pengamat keamanan siber dan peneliti dari Drone Emprit, Ismail Fahmi, menemukan tren baru di media sosial Indonesia. Hal ini dia temukan pasca Pemilu 2019 yang baru saja digelar 17 April kemarin.

Saat ini, kata dia, muncul tren baru yakni ‘Kawal Pemilu’ yang secara signifikan terus mengalami peningkatan. Hal itu ramai dibicarakan warganet di beberapa platform media sosial.

Dari pantauan Ismail, cuitan Kawal Pemilu kompak disuarakan oleh pendukung capres dan cawapres nomor 01 dan 02.

Saya lihat ada fenomena yang menarik pasca pencoblosan Pilpres 2019 kali ini. Yaitu banyak pendukung 01 dan 02 yg benar-benar mau bekerja bersama demi mengawal suara,” kata Ismail seperti dicuitkannya melalui akun Twitter pribadi miliknya, Sabtu (20/4).

Para warganet itu pun, kata Ismail, menyatakan siap kalah asalkan data yang ditabulasi dalam pilpres ini tak dicurangi dan sesuai fakta.

Baca Juga  DPD Demokrat Kalbar Dukung AHY Maju Capres 2024

“Rela kalah yang penting data dalam tabulasi benar dan tak dicurangi. Appreciate dengan semangat ini,” kata dia.

Dalam cuitannya, Ismail juga memperlihatkan grafik peningkatan cuitan warganet terkait kawal Pemilu ini. Dalam grafik itu diperlihatkan cuitan terkait ‘Kawal Pemilu’ ini mengalami peningkatan yang signifikan.

Tak hanya itu, ia turut memperlihatkan peta Top Influencer yang banyak mencuitkan soal ‘Kawal Pemilu’ ini.

“Top Influencer ‘Kawal Pemilu’. Topik ini bukan hanya tentang inisiatif @KawalPemilu2019, tetapi secara umum tentang kawal suara dalam pemilu,” kata Ismail.

“Tampak influencer beragam latar belakang mereka. Dengan cara mereka sendiri atau bersama-sama mengawal suara,” lanjutnya.

Sementara itu lembaga independen Kawal Pemilu mengatakan kalau situsnya menerima banyak data C1 palsu. Penemuan tersebut berawal dari pengamatan anggota lembaga dari unggahan data yang dikirim ke situs KawalPemilu.org.

Baca Juga  Ingin Ucapkan Terimakasih, Prabowo-Sandi Kunjungi Aceh

Dikutip dari cuitan @KawalPemilu2019 di Twitter pada Sabtu (20/4), lembaga yang telah berdiri sejak tahun 2014 ini menjelaskan perihal temuan data C1 palsu tersebut.

Secara sederhana data C1 didapatkan dari pengumpulan formulir yang berisi perhitungan suara satu TPS.

“Banyak DATA C1 terindikasi PALSU yang di-upload ke situs perhitungan real count @KawalPemilu2019, dengan ciri-ciri tidak ada hologram dan penggelembungan jumlah suara yang melampaui jumlah pemilih di TPS tersebut, misalnya 500-an lebih suara,” tulis Kawal Pemilu.

“Selain itu indikasi upaya-upaya perusakan data di situs perhitungan real count @KawalPemilu2019 juga dengan cara upload ratusan foto C1 yang sama-bisa sampai 200 foto! di TPS2 yang sama dan upload foto-foto non C1 dengan jumlah yang lumayan banyak ke berbagai TPS,” lanjutnya.[]

Sumber: CNNIndonesia.com