Pon Yahya, Eks GAM yang Sukses Usaha Perkebunan

Saiful Bahri alias Pon Yahya, Caleg DPRA dari Partai Aceh, Daerah Pemilihan V.

MEDIAACEH.CO, Lhokseumawe – Saiful Bahri alias Pon Yahya kini sukses dengan usaha perkebunan di Aceh.

Mantan kombatan GAM itu diundang untuk menjadi pemateri dalam seminar bertema ‘Tranformasi Perjuangan Bersenjaya ke Organisasi Politik.’

Seminar yang diikuti oleh ratusan mahasiswa itu diadakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Malikussaleh di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe Selasa 9 April 2019.

Di hadapan ratusan mahasiswa, mantan gerilyawan GAM wilayah Pase tersebut berkisah awal mula bergabung dengan militan Gerakan Aceh Merdeka saat masih konflik hingga aktivitasnya setelah penandatanganan damai tahun 2005.

“Kesuksesan saya hari ini menjadi pengusaha perkebunan tidak mudah. Banyak proses dan hambatan telah saya lalui. Walau tidak mengecap pendidikan di tingkat universitas. Berkat tekad saya ingin mengentaskan kemiskinan dan membantu masyarakat tidak mampu, akhirnya usaha saya berhasil,” jelas Pon Yahya.

Proses pembelajaran yang terus dilakukan, menanamkan rasa optimis serta selalu membaca peluang yang ada, mengantarkan Pon Yahya tidak hanya mampu pengusaha, namun juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Baca Juga  Dilantik, Wali Kota Subulussalam Diminta Gagas Pembangunan Industri Hilir

Menurutnya, menjadi sukses sebagai pengusaha dan berguna untuk masyarakat juga berkat ketekunan dirinya berkecimpung dalam ranah politik praktis.

Ia mengajak mahasiswa Aceh melek politik dan memahami sejarah Aceh sebagai peluang membangkitkan ekonomi bangsa Aceh yang masih terpuruk.

Ia menambahkan, salah satunya adalah butir-butir kesepakatan damai harus dilihat dari sisi peluang untuk mensejahterakan masyarakat.

“Mahasiswa adalah generasi masa depan menuju Aceh yang lebih baik. Mahasiswa paham sejarah Aceh. Perjanjian Helsinki adalah perjanjian yang mengikat dan dalam UUPA disebutkan Aceh berwenang mengelola sektor publik ,” ujar Caleg DPRA dari Partai Aceh untuk Daerah Pemilihan V.

Katanya, sumber anggaran Aceh sangat besar, pemerintah dan pihak-pihak terkait harus merangkul mahasiswa sebagai partner untuk melahirkan pengusaha-pengusaha yang pro rakyat.

Saat ini semua pihak menginginkan Aceh menjadi lebih baik. Namun harus ada sistem yang baik pula agar cita-cita mulia mensejahterakan masyarakat terwujud.

Baca Juga  Densus 88: Penyebaran Hoaks Juga Bentuk Teror

Ia juga berharap dengan acara ini dapat menyadarkan mahasiswa untuk menggali potensi diri mereka.

“Persoalan umum di Aceh saat ini adalah kemiskinan dan pengangguran yang semakin banyak, jadi Mahasiswa menjadi solusi untuk merubah Aceh kedepannya,” katanya.

Sementara dosen Unimal, Alfian, SHI, MA mengatakan, politisi itu tidak selalu berorientasi finansial.

Hal itu sudah ditunjukkan oleh seorang Pon Yahya. Eks GAM, pengusaha yang kini masuk dalam kancah politik praktis sebagai caleg.

“Inspirasinya, bahwa menjadi politisi tidak hanya untuk mencari makan, namun harus memperjuangkan aspirasi masyarakat. Hari ini, Pon Yahya sudah melakukan itu dan akan terus berjuang melalui dewan perwakilan rakyat,” katanya.

Alfian berharap, kisah Pon Yahya menjadi pemantik semangat mahasiswa untuk menggali potensi pada diri mereka agar menjadi pengusaha-pengusaha yang berguna untuk masyarakat, sekaligus membela hak-hak rakyat.