KIP Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Aceh

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh-Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mempertanyakan keseriusan pemeintah Aceh dalam penyelenggaraan Pemilu serentak 2019. Pasalnya, hingga saat ini KIP Aceh belum menerima bantuan anggaran dari pemerintah Aceh.

Ketua KIP Aceh Samsul Bahri mengatakan, dalam pelaksanaan pemilu pihaknya kewalahan karena ada sejumlah KIP kabupaten/kota di Aceh belum dilantik oleh kepala daerah. Akibatnya, KIP Aceh harus mengambil alih tugas di kabupaten/kota tersebut.

Sejumlah daerah yang diambil alih tugas oleh KIP Aceh yakni, Simeulue, Aceh Selatan, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Tenggara dan Nagan Raya.

Pengambil alihan tugas menyebabkan KIP Aceh terkendala dana. Selain itu fasilitas mobil yang diberikan juga tergolong model tua dan sering rusak saat perjalanan dinas.

Baca Juga  Disinggung di Debat Pilpres, PUBG Mobile Hadirkan Darkest Night Mode

Selain itu kata Samsul, ada sejumlah keperluan lain yang dibutuhkan KIP Aceh di antaranya, pembangunan kantor KIP yang lebih bagus, tanah untuk pembangunan kantor dan anggaran untuk membiayai 35 pegawai honorer.

Persoalan tersebut telah disampaikan kepada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, namun hingga hari ini belum diwujudkan.

“Sudah empat kali kami buat RAB  apa yang kami butuhkan. Namun sampai saat ini tidak ada berita bahwa mereka membantu kita,” ujarnya kepada awak media, Senin 15 April 2019.

Menurutnya, pemerintah daerah berkewajiban membantu jalannya Pemilu sebagaimana diamanahkan dalam UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

“Kenapa di 33 provinsi lain mereka dibantu, padahal mereka tidak punya  UU khusus. Mereka hanya  ada 16 partai politik kita 20 tambah 4 partai lokal,” katanya.

Baca Juga  KAJAK Abdya Target 58 Persen Suara untuk Jokowi-Ma'ruf

Samsul mengaku kecewa atas sikap pemerintah Aceh. Namun, pihaknya telah menyurati KPU RI agar memperhatikan KIP Aceh.

“Kami sebenarnya kecewa. Tapi kami berusaha untuk menyukseskan Pemilu,” ujarnya.