Didesak Warga, Karyawan PT EMM Berjanji Akan Tinggalkan Beutong Ateuh

Humas PT EMM Dwi Yanto membuat surat perjanjian/pernyataan yang ditulis dengan tangan di atas kertas bermaterai Rp 6.000 berjanji, dirinya bersama seluruh karyawan PT EMM berjanji akan meninggalkan Beutong Ateuh dalam kurun waktu 1x24 jam. | Foto: Istimewa

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Sejumlah warga dikabarkan mengepung kantor operasional PT Emas Mineral Murni (EMM) yang terletak di Beutong Ateuh, Nagan Raya, Kamis 11 April 2019.

Warga mendesak agar perusahaan tersbeut tidak lagi melakukan aktivitasnya. Selain itu, warga juga meminta kepada seluruh karyawan PT EMM untuk meninggalkan Beutong Ateuh.

Aksi tersebut turut diamankan oleh beberapa personel TNI dan Polisi.

Sementara itu, dalam foto dan video yang beredar di sosial media, Humas PT EMM Dwi Yanto, dalam surat pernyataan yang ditulis dengan tangan di atas kertas bermaterai Rp 6.000 berjanji, dirinya bersama seluruh karyawan PT EMM berjanji akan meninggalkan Beutong Ateuh dalam kurun waktu 1×24 jam.

Baca Juga  Mahasiswa Aceh di Bandung Gelar Aksi Tolak Tambang

Dalam video yang beredar, Dwi Yanto juga turut membacakan isi surat perjanjian yang ditulisnya dihadapan warga dan aparat keamanan. Berikut isi lengkap surat pernyataan dari PT EMM tersebut:

Surat perjanjian/pernyataan.

Kami yang bertanda tangan di bawah ini atas nama PT EMM yang bahwa kami/PT EMM tidak akan kembali lagi. Dan kami PT EMM akan keluar dari Beutong Ateuh. Karena Izin dari Menteri ESDM tahun 2017 lokasi izin PT EMM di Kecamatan Beutong, bukan di Kecamatan Betong Ateuh Benggalang. Maka kami Pihak PT EMM akan menghentikan dan tidak akan kembali lagi. Dan dalam waktu 24 jam kemp akan kami bongkar juga semua karyawan tidak boleh ada dilokasi.

Demikian surat perjanjian ini kami buat dengan sebenarnya.

Tanda tangan
Humas PT EMM

Dwi Yanto

Surat perjanjian/pernyataan Humas PT EMM Dwi Yanto yang ditulis dengan tangan di atas kertas bermaterai Rp 6.000 berjanji. | Foto: Istimewa

Sebelumnya, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah sepakat untuk mengeluarkan rekomendasi penolakan izin PT Emas Mineral Murni (EMM).

Baca Juga  Jelang Ramadan, PLN dan PDAM Diminta Maksimalkan Pelayanan

Hal itu disampaikan Nova Iriansyah saat menemui pengunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis 11 April 2019.

Kehadiran Nova disambut riuh, ribuan peserta aksi yang telah menggelar aksi selama 3 hari.[]