MTQ ke-VII Abdya Berlangsung di Masjid Agung

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim membuka MTQ ke-VII.

MEDIACEH.CO, Abdya – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-VII tingkat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) resmi dibuka. Pembukaan kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung itu dibuka oleh Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, Jumat 15 Maret 2019 malam.

Kegiatan MTQ ke-VII tingkat kabupaten ini diikuti oleh 307 peserta, utusan dari 9 kecamatan. Sebelum pembukaan.

Akmal Ibrahim dalam sambutannya mengatakan bahwa Alquran merupakan pedoman hidup bagi setiap manusia, sebab Alquran merupakan petunjuk arah manusia ke arah positif.

“Alquran merupakan sumber pedoman kita dalam kehidupan, sumber pedoman utama, sumber inspirasi dan pengetahuan, karena itu Alquran tidak habis-habisnya kita bahas, kita kaji, sehingga dia dapat kita pahami dari segala sisinya,” kata Akmal Ibrahim.

Akmal menyebut, tradisi mempelajari Alquran terus berjalan hingga kini, dan berharap agar terus bersemangat untuk mengkaji dan memahami Alquran yang lebih serius lagi.

“Alhamdulillah tradisi mempelajari Alquran terus hidup, kita berharap MTQ kali ini menjadi inspirasi, menjadi semangat kita untuk mengulang kaji untuk lebih serius,” ujar Akmal.

Baca Juga  Kota Dinilai Masih Kumuh, Pemkab Abdya Beri Warning Petugas Malas

Bupati Abdya ini juga menyinggung tentang pembangunan Masjid Agung kebanggaan masyarakat Abdya yang mulai digunakan untuk acara-acara islami walau belum siap 100 persen. Hal ini dilakukan untuk menambah semangat dan sehingga pembangunannya siap secepatnya.

“Saya laporkan juga, Masjid Agung kita ini telah kita pakai meskipun belum siap, insya Allah akhir tahun ini (2019) siap seratus persen, Insya Allah,” kata Akmal Ibrahim.

Masjid Agung Abdya akan diperuntukkan untuk pelayanan yang berkaitan dengan masjid. Hal ini dalam bentuk Unit Pelaksana Teknis (UPTD) yang dijalankan oleh jabatan eselon tiga paling rendah. Serta segala kebutuhan anggaran di UPTD tersebut akan dibiayai melalui APBK Abdya.

“Di Masjid Agung ini nanti akan kita tempatkan Unit Pelaksana Teknis, insya Allah paling tidak setingkat eselon tiga. UPTD ini akan melaksanakan kegiatan pelayanan terhadap semua urusan masjid, inilah masjid insya Allah yang seluruhnya dibiayai dan ditangani oleh pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya,” ucapnya.

Ia mengatakan, untuk membangun masjid, bukanlah sesuatu beban yang sulit, namun yang susah itu adalah dalam hal memakmurkan mesjid, sehingga Pemerintah Daerah Abdya perlu mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan kemakmuran masjid guna melakukan pengkajian tentang agama.

Baca Juga  Kebakaran: Bencana Tertinggi di Aceh, Masyarakat Diimbau Periksa Instalasi Listrik

“Karena membangun masjid ini tidaklah sulit, tergantung keindahan saja, yang berat menurut saya adalah memakmurkannya, masjid seluas ini dan sebagus ini nantinya hanya untuk dipakai shalat bersama, masjid ini kita harapkan sebagai pusat kegiatan ummat,” kata Akmal.

Kabit SDSI DSI Abdya, Uafa Safrizal didampingi ketua sekretariat MTQ, Teungku Junaidi Abdullah menerangkan bahwa, kegiatan MTQ tahun ini berlangsung selama 5 hari berlangsung di tiga tempat terpisah.

Untuk lomba Tilawatil Quran dan Tartil berlangsung di Masjid Agung, Tahfihdz, Tartil dan Syarhil berlangsung di Masjid At-Taqwa, Fahmil Quran di aula Bapedda. Sementara untuk lomba Syarhil, Khattil dan Menulis Makalah Quran dan khattil berlangsung di MAN Blangpidie.

“Berlangsung selama 5 hari. Pengumuman pemenang nanti pada malam penutup atau malam Rabu mendatang,” ujarnya.