Milenial Tertarik Kerja Jadi Barista, Ketahui Kisaran Gajinya

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Pekerjaan membuat kopi sebagai barista merupakan profesi yang tergolong diminati milenial. Lokasi kerja yang jauh dari kesan monoton seperti di balik layar komputer dan kesempatan bertemu banyak orang merupakan alasan mengapa profesi ini diminati.

Bagi kamu yang bertanya-tanya berapa sih gaji yang diterima seorang barista, Mikael Jasin selaku Indonesia Barista Champion 2019, membocorkan besaran gaji barista nih. Berapa?

Menurut Mikael, gaji barista sebenarnya sama dengan profesi lainnya. Ketika merintis dari awal tentunya akan disamakan dengan Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku di suatu daerah.

Untuk Jakarta misalnya upah minimum yang ditetapkan adalah Rp 3.9 juta. Maka sekitar itulah upah barista pemula yang baru lulus SMA atau SMK.

Baca Juga  Begini Kondisi Terkini Vanessa Angel di Penjara

“Tapi industri kopi terus berkembang pesat. Banyak orang nggak hanya jadi barista saja di coffee shop. Makin lama banyak sisi bisnis yang melingkupi coffee shop itu. Seiring itu pula pendapatannya bertambah,” ujar Mikael.

Mikael menambahkan, setelah jadi barista biasanya seseorang akan naik jabatannya menjadi manajer. Itu pun tergantung dari kemampuan barista apakah terus mau belajar hal baru atau sudah terlanjur nyaman di belakang layar.

“Bisa ke marketing position yang kerjanya nggak di kafe lagi tapi perusahaan yang terkait dengan kopi. Jadi sebenarnya gajinya akan menyesuaikan skill atau kemampuan yang dimiliki seseorang. Kalau bikin hidup harus skill up. Kecuali emang senang jadi barista,” imbuh dia.

Baca Juga  Bener Meriah, Pusat Pangan dan Pengawal Pelestarian Hutan Aceh

Mikael juga mengingatkan para milenial agar profesi barista jangan dilihat dari tampilannya saja tapi bagaimana bisa menjadi barista terbaik. Seperti profesi lainnya, menjadi barista juga membutuhkan kerja keras.

“Tapi juga tetap harus bekerja keras dan banyak belajar. Jangan dipikir menjadi barista sebagai pilihan gampang. Kalau mau nyemplung itu belajar sedalam mungkin dan belajar untuk kompetisi. Jangan hanya luarnya saja,” tandas dia.[]

Sumber: suara.com