Lakpesdam NU Gelar FGD Gerakan Sosial Politik Perempuan Aceh

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Manager Program Lakpesdam PWNU Aceh Azwar mengatakan, gerakan sosial politik perempuan di Banda Aceh sudah masuk dalam kategori inklusi.

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan FGD di aula serbaguna Gampong Mulia, Selasa 12 Maret 2019.

Ia mengatakan, hasil riset dan kajian yang dilakukan oleh Lakpesdam PWNU Aceh bahwa Gampong Mulia, Gampong Laksana dan Gampong Peunayong merupakan gampong yang inklusif, dan sangat menghormati keberagaman dan hidup saling berdampingan sejak lama.

“Gampong tersebut selama ini merupakan contoh toleransi nyata yang ada di Aceh, bagaimana suku, agama, ras hidup rukun dan berdampingan,” kata Azwar.

Ia menambahkan, yang didorong sekarang adalah bagaimana perempuan di Banda Aceh terus mendapatkan posisi yang strategis supaya inklusifitas ini dapat menjadi solusi bagi mereka dalam memenuhi haknya. Hal ini sudah diatur dalam Qanun Nomor 6 Tahun 2009 tentang Hak-hak Sosial Politik Perempuan di Aceh.

Baca Juga  Jenazah Ditolak Warga, Keluarga Tunggu Ada Makam Non-Muslim

“Berbicara perbedaan di kawasan tersebut menurut saya sudah selesai. Semua dipersatukan atas kepentingan bahwa kita adalah bangsa Aceh. Ini sekaligus membantah paradigma selama ini bahwa Aceh bukan tempat yang toleran. Bagaimana mesjid dan gereja berdampingan, hari besar dilaksanakan dengan penuh cinta damai, serikat pekerja menyatu atas kepentingan kesejahtraan tanpa ada istilah aseng,” ujarnya.

FGD ini juga dihadiri oleh perwakilan perempuan dari Gampong Mulia, Gampong Laksana, Gampong Peunayong dan Komunitas Suku Tionghoa.

“Politik sangat penting untuk perempuan saat ini bukan hanya sebagai pemenuhan kouta perempuan pada kontestasi politik tapi juga harus memiliki peran penting dalam arah-arah politik,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Kampung Mulia, Syukriadi mengatakan, Kampung Mulia, Kampung Laksana, dan Kampung Peunayong merupakan Desa yang inklusif, dan sangat menghormati keberagaman dan hidup saling berdampingan Sejak lama, dan merupakan Icon Toleransi yang ada di Aceh.

Baca Juga  Rayakan Hari Ibu, DPPPA Aceh dan Balai Syura Aceh Gelar Perlombaan “Do Ku Da Idi”