Disbudparpora Nagan Raya Galakkan Pariwisata untuk Peningkatan Ekonomi Warga

MEDIAACEH.CO, Nagan Raya – Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Nagan Raya akan menggalakkan dunia pariwisata untuk peningkatan ekonomi warga dan pendapatan daerah.

Adapun program yang akan dilakukan yaitu memberdayakan tempat-tempat wisata serta tempat yang dinilai berpotensi menjadi tempat wisata baru di Nagan Raya. Selain itu Disbudparpora juga akan mengembangkan dan melestarikan sejarah dan kebudayaan yang ada di Nagan Raya.

Kadisbudparpora Kabupaten Nagan Raya, Teuku Raja Pahlawan, mengatakan pengembangan dunia pariwisata nanti akan menyesuaikan dengan Syariat Islam, adat istiadat dan kearifan lokal yang berlaku di Nagan Raya. Hal tersebut tidak terlepas dari jargon Pemerintah Kabupaten Nagan Raya yaitu agama tapeukeng budaya tajaga.

Baca Juga  Rumah Janda Miskin di Aceh Utara Dibakar Anak Kandung

“Ada beberapa tempat yang bisa dikelola untuk jadikan objek wisata di Nagan Raya yang tentunya akan berdampak pada perekonomian masyarakat di sekitarnya,” kata Teuku Raja Pahlawan dalam pertemuan jajaran Disbudparpora Nagan Raya dengan sejumlah awak media di Caffe Alam Giok, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Kamis 21 Maret 2019.

Dalam pertemuan itu, Teuku Raja Pahlawan mengatakan dalam mewujudkan program tersebut nantinya akan melibatkan masyarakat dengan membentuk kelompok sadar wisata di setiap gampong. Kelompok sadar wisata yang dibina oleh Disbudparpora ini nanti yang akan mengembangkan dan melestarikan tempat-tempat wisata dan situs bersejarah yang ada di Nagan Raya.

Selain itu, Disbudparpora juga akan melibatkan komunitas-komunitas yang bergerak dalam bidang pariwisata untuk mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di Nagan Raya ke luar daerah.

Baca Juga  Polres Aceh Singkil Bekuk Perantara dan Pengedar Sabu

“Kita akan melibatkan semua pihak dalam memajukan dunia pariwisata di Nagan Raya,” katanya.

Selain tempat wisata, kata Raja Pahlawan, banyak situs-situs bersejarah di Nagan Raya yang saat ini masih kurang terpublis dan juga masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Untuk itu, pihaknya ke depan akan fokus menata kembali situs-situs tersebut untuk diangkat menjadi situs bersejarah yang akan berguna untuk ilmu pengatahuan dan juga dunia wisata.[]