Berkunjung ke Singkil, Riefky Harsya Sebut Dampak Buruk Jika Tidak Memiliki Dasar dan Cinta Tanah Air

MEDIAACEH.CO, Aceh Singkil – Anggota Komisi VII DPR-RI, Teuku Riefky Harsya, mengatakan jika dalam diri seseorang tidak memiliki dasar dan cinta terhadap tanah air akan berakibat buruk bagi siapapun.

Hal tersebut disampaikan Teuku Riefky Harsya saat menjadi pemateri pada sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diadakan LSM Inspirasi Pemuda Aceh (IPA) dengan mengangkat tema ‘Bahaya Terorisme Bisa Mengancam Keutuhan NKRI’, Kamis 14 Maret 2019.

“Tantangan yang dihadapi bangsa ke depan lebih besar dan kompleks, dan yang paling penting dicermati yaitu masalah radikalisme-terorisme seperti yang baru ini terjadi di Sibolga. Tentu hal ini sangatlah meresakan,” kata Teuku Riefky.

Menurutnya, terorisme di Sibolga, menjadi renungan semua pihak, pada kasus ini sang ibu, bukan saja bunuh diri, namun juga membunuh aset bangsa dan generasi penerus, atas ledakan bom bunuh diri itu.

“Karena ada aset bangsa yaitu anaknya yang juga ikut terbunuh. Tindakan diluar akal sehat itu, dilakukan oleh sang teroris akibat tidak memiliki dasar dan cinta terhadap tanah air, itu salah satu dampak buruknya,” tutur Riefky Harsya.

Namun, lanjutnya, jika sang ibu itu berfikir dan memiliki dasar dan cinta tanah air, maka pastinya dia akam berfikir lebih bijak sana dan tidak akan nekat bunuh diri. Karena, jika ia mendidik anaknya, bukan tidak mungkin nantinya sang anak bisa menjadi orang hebat, bahkan bisa menjadi pemuka negeri ini,” ujar Politisi asal Aceh ini.

Baca Juga  Husnuzhon: Saya Lahir di Aceh, Saya Senang Bela Persiraja

Riefky Harsya berpendapat bahwa, peroalan terorisme sangat bisa hilang, dan hal ini bisa terwujud jika seluruh pihak terlibat dengan tidak lagi punya pikiran bahwa persoalan terorisme hanya tanggung jawab TNI-Polri saja.

“Kita semua harus terlibat untuk menangani radikalisme-terorisme, bukan hanya tanggung jawab TNI-Polri saja, dengan demikian hal ini sangat akan terwujud,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, dengan ditetapkan 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila, maka wajib bagi seluruh warga Indonesia untuk memperigatinya. Apalagi, Pancasila telah menjadi pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai ragam suku, agama, dan budaya.

Disebutkan, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kuat dan terdiri dari banyak suku bangsa dan dengan keberagaman itu, jangan sampai terpecah-pecah, karena jika itu terjadi akan mengganggu kedaulatan NKRI.

“Atas dasar itulah, pemerintah dan MPR dan DPR-RI terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga Pancasila dan mengamalkannya, dalam berbagai sisi kehidupan berbangsa dan bernegara,” terangnya.

Dengan mempelajari sejarah Pancasila, lanjutnya, akan membuka wawasan tentang berdirinya bangsa ini hingga mampu bertahan dari kehancuran akibat pergolakan Perang Dunia kedua dan Perang Dingin, salah satunya yakni karena faktor kesadaran menjadikan Pancasila sebagai filosofi dan pemersatu bangsa.

Baca Juga  Di Aceh Utara, Seribuan Warga Berdoa untuk Keselamatan SBY

“Bangsa ini bersepakat menjadikan Pancasila dasar negara setelah menggali dari khazanah nusantara, serta melihat keragaman bangsa saat itu. Banyak kearifan yang melatarbelakangi lahirnya Pancasila,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Ia mengajak seluruh elemen bangsa memperteguh komitmen bersama dan menerapkan empat pilar dalam kehidupan sehari-hari, sebab, Pemerintah tidak bisa membangun apabila masyarakatnya tidak bersatu.

“Indonesia cukup kaya dengan keragaman, Ras dan agama, dengan adanya kesatuan maka keamanan Insyaallah terjaga, karena kebhinnekaan merupakan perekat pemersatu suku bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan, politisi asal Aceh ini meminta masyarakat harus cerdas menganalisa kebhinekaan, dan harus mengedepankan kepentingan umum, lantaran, jika nilai-nilai itu terus diperkuat, maka dengan bersatu semua elemen, pembangunan dapat dicapai untuk kemakmuran masyarakat Aceh.

“Dengan bersatunya semua elemen, setiap upaya sekecil apapun yang ingin mengganggu keutuhan bangsa tidak akan memiliki makna di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana yang juga Sekretarias LSM IPA, Ismi Amran mengapresiasi kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang rutin dilaksanakan oleh Teuku Riefky Harsya.

“Kita sangat mengapresiasi Sosialisasi Empat Pilar yang diadakan oleh Pak Riefky ini, semoga dengan adanya kegiatan ini, kita semakin cinta pada tanah air,” kata Ismi Amran.[]