Masyarakat Goheng Temui Wali Kota, Minta Kawasannya Dibenahi

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Tokoh Masyarakat Dusun Teratai, Lamteumen Timur atau lebih dikenal dengan nama kawasan Goheng melakukan audiensi dengan Walikota Banda Aceh di Pendopo Wali Kota.

Pertemuan tersebut dihadiri para tokoh Dusun Teratai, diantaranya Tuha Peut dan Keuchik Gampong Lamteumen Timur, Kepala Dusun, imam Meunasah, dan Ketua Pemuda Dusun Teratai. Termasuk juga ditemani oleh anggota DPRK Banda Aceh Teuku Iqbal Djohan. Dari jajaran Pemko, Wali Kota Banda Aceh ditemani oleh Kadis Perkim dan beberapa Asisten Walikota.

Dalam pertemuan tersebut, Asri Sulaiman sebagai Ketua Tuha Peut Gampong menyampaikan aspirasi agar kawasan Goheng yang selama ini kumuh dan telah puluhan tahun identik dengan tempat maksiat dan tempat berkumpulnya Gepeng dapat segera dibenahi oleh Pemko Banda Aceh melalui program KOTAKU.

Baca Juga  Pertama Kalinya Cambuk Dilaksanakan di Taman Bustanus Salatin

Menurut Asri Sulaiman, beberapa bulan terakhir Kepala Dusun Teratai dibantu masyarakat telah bekerja maksimal membenahi dan mengusir para pelaku maksiat yang selama ini menetap di kawasan tersebut. Namun jika tanpa perhatian pemerintah tentu upaya-upaya yang telah dilakukan masyarakat secara swadaya selama ini tidak akan maksimal.

Selanjutnya, Riazil, Kepala Dusun Teratai juga menyerahkan langsung kepada Wali Kota Banda Aceh proposal pembenahan Goheng dan foto kondisi terkini disertai tanda tangan dukungan dari para warga.

Menyahuti permintaan ini, Wali Kota Banda Aceh berjanji akan segera berkoordinasi dengan jajarannya untuk melakukan survei lokasi dan menghitung berapa anggaran yang dibutuhkan dan direncanakan anggaran pembenahan ini bisa di plot pada 2020. Bisa melalui APBN lewat program KOTAKU yang merupakan program Nasional atau langsung melalui APBK Banda Aceh.

Baca Juga  Sempat Hilang Saat Melaut, Jaimar Ditemukan Meninggal Dunia

Terakhir, Anggota DPRK Banda Aceh Teuku Iqbal Djohan meminta kepada Wali Kota Banda Aceh agar menjadikan penataan kawasan Goheng ini menjadi prioritas Pemko, karena selain kumuh kawasan ini juga sudah dikenal lama sebagai kawasan “hitam”, jadi untuk merubah imej tersebut perlu dilakukan pembenahan total, agar imej tersebut bisa hilang.

“Kalau kawasan Goheng sudah tertata dan tidak lagi kumuh, tentu para pelaku maksiat akan berpikir dua kali untuk kembali ke Goheng. Jadi jika kawasan ini tertata dan bersih, selain berhasil menghilangkan kawasan kumuh Pemko juga berhasil memberantas salah satu tempat maksiat di Banda Aceh,” ujar Iqbal Djohan.[]