Habib Bahar Didakwa Pasal Berlapis

Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Habib Bahar bin Smith menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2). | ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

MEDIAACEH.CO, Bandung – Habib Bahar bin Smith didakwa pasal berlapis atas dugaan penganiayaan terhadap Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Umam Al Mudzaqi. Dakwaan tersebut, dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan yang digelar di PN Bandung, Kamis 28 Februari 2019.

Bahar didakwa pasal 333 ayat (2) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KHU Pidana, Pasal 170 ayat (2) ke -2, Pasal 351 ayat (2), dan Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan, penganiayaan terhadap dua orang yang dilakukan Bahar, berawal saat kedua korbannya berada di Bali dan mengaku sebagai Bahar.

Baca Juga  Resmi Dikukuhkan, PB HUDA Diharapkan Menjadi Mitra Strategis Pemerintah Aceh

Mengetahui aksi keduanya, Bahar pun memerintahkan ‎anak buahnya bernama Agil Yahya dan Abdul Basith Iskandar, untuk mencari dan membawa kedua korban ke pondok pesantren (Ponpes) Bahar di Tajul Alawiyyin yang beralamat di Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Bahwa selama berada di dalam Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, saksi korban Cahya Abdul Jabar dan saksi korban Muhamad Khoerul Umam Al Mudzaqqi tidak dapat berbuat apapun selain telah diinterogasi, dianiaya oleh terdakwa, oleh saksi Agil Yahya, saudara Hamdi dan oleh sekitar lima belas orang santri lainnya dalam pondok pesantren tersebut, dengan menggunakan tangan kosong yang dikepalkan, ditendang dengan kaki, dengan lutut pada tubuh bagian kepala, rahang dan mata secara berkali-kali,” kata jaksa.

Baca Juga  Tahun Depan, BPJN Bangun Jembatan Peureulak dan Idi

Selesai membacakan dakwaan, penasehat hukum Bahar pun bakalan mengajukan eksepsi atau nota pembelaan, terkait apa yang didakwakan kepada Bahar.

“Kami akan mengajukan eksepsi,” kata salah seorang penasehat hukum Bahar kepada majelis hakim.

Tim penasehat Bahar pun, meminta kepada majelis hakim untuk memindahkan penahanan Bahar ke Lapas. Bahar sendiri diketahui saat ini di tahan di Polda Jabar.

“Kami ‎meminta pemindahan untuk penahanan di Lapas,” katanya.

“Iya akan kami pertimbangkan,” ucap ‎Ketua Majelis Hakim yang dipimpin oleh Edison Muhamad, yang menimpal permintaan penasehat hukum.[]

Sumber: Okezone.com