Ganja Potensi Bikin Sperma Pria Lebih Banyak, Benarkah?

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Penggunaan ganja atau mariyuana sebagai obat masih dikategorikan sebagai tindakan illegal oleh pemerintah Indonesia. Hal ini sesuai dengan UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Terutama pasal 8 ayat 1 dan 2 yang melarang ganja untuk keperluan kesehatan.

Namun belum lama ini, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Human Reproduction kembali menemukan manfaat kesehatan ganja yang digadang-gadang berpotensi meningkatkan jumlah sperma.

Dilansir dari Okezone.com, Minggu 10 Februari 2019, temuan ini, sebetulnya bertentangan dengan dengan hasil penelitian sebelumnya tentang topik tersebut.

“Kami menghabiskan waktu sekitar dua bulan untuk meneliti ulang, memastikan bahwa tidak ada kesalahan data. Kami sangat terkejut dengan hasilnya,” tutur Dr. Jorge Chavarro, ketua tim penelitian sekaligus profesor nutrisi dan epidemiologi.

Pada 2015, sebuah penlitian yang diterbitkan dalam America Journal of Epidemiologi meneliti 1.215 pria muda sehat dan menemukan bahwa penggunaan ganja lebih dari sekali per minggu, berpengaruh dalam meningkatkan jumlah sperma mereka, dibandingkan mereka yang jarang atau tidak menggunakan zat tersebut sama sekali.

Baca Juga  Bolehkah Minum Obat dengan Air Dingin?

Hasil penelitian itu semakin diperkuat oleh laporan yang dikeluarkan oleh Duke University pada 2018 lalu. Mereka mengklaim penggunaan ganja erat kaitannya dengan konsentrasi sperma yang lebih rendah, dalam arti lain faktor yang dapat memengaruhi kesuburuan pria.

Untuk studi baru-baru ini, para peneliti menganalisis survey kesehatan dari lebih 650 pria yang mencari perawatan kesuburan di Rumah Sakit Umum Massachusetts antara tahun 2000 – 2017. Mereka berfokus pada volume, jumlah sperma, motilitas sperma, dan konsentrasi hormon masing-masing pria.

Mereka juga bertanya kepada para pria tentang penggunaan ganja di masa lalu dan sekarang, meskipun tidak bertanya tentang dosis atau frekuensi tertentu. Hasil survey menyebutkan, lebih dari 55% pria mengatakan bahwa mereka merokok (ganja) di masa lalu, sementara 11% di antara mereka mengaku masih menggunakannya hingga saat ini.

Baca Juga  Fakta Menarik tentang Seks

Para peneliti kemudian membandingkan semen dan analisis hormone masing-masing pria yang disesuaikan dengan penggunaan ganja mereka. Ditemukan bahwa pria yang saat ini atau sebelumnya menggunakan ganja memiliki jumlah sperma dan konsentrasi sperma yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak pernah menggunakan ganja sama sekali.

Tidak hanya itu, pria yang merokok ganja juga memiliki kadar hormon perangsang folikel lebih rendah yang sering dikatikan dengan peningkatan risiko infertilitas.[]