Gadis 5 Tahun Diperkosa Pamannya, Presiden Sierra Leone Nyatakan Darurat Nasional

Presiden Sierra Leone Julius Maada Bio

MEDIAACEH.CO, Freetown – Presiden Sierra Leone Julius Maada Bio menyatakan pemerkosaan sebagai keadaan darurat nasional. Pengumuman itu dipicu demo besar sebagai respons kasus pemerkosaan gadis lima tahun oleh pamannya sendiri.

Gadis kecil yang identitasnya dirahasiakan demi keselamatannya sendiri itu mengalami lumpuh dari pinggang ke bawah sejak diperkosa pamannya yang berusia 28 tahun setahun lalu.

“Dia mungkin tidak akan pernah berjalan lagi, dan saya ingin balas dendam atas apa yang telah terjadi,” kata nenek korban kepada kantor berita Reuters, ketika duduk di sebelah gadis itu di kursi rodanya di sebuah klinik medis Freetown.

“Pria yang melakukan ini menghancurkan hidupnya dan pantas menghabiskan hidupnya di penjara,” lanjut nenek tersebut yang identitasnya tidak diungkap, Jumat 8 Februari 2019.

Kasus ini memicu demo oleh massa dan para aktivis selama beberapa bulan. Presiden Bio mengatakan mereka yang melakukan pelanggaran seksual terhadap anak di bawah umur akan menghadapi hukuman penjara seumur hidup.

Baca Juga  Rusia dan China Jadi Ancaman Serangan Intelijen dan Siber Terbesar bagi AS

“Beberapa keluarga kami mempraktikkan budaya keheningan dan ketidakpedulian terhadap kekerasan seksual, membuat korban semakin trauma,” kata Bio di hadapan massa di Gedung Negara pada hari Kamis.

“Kita sebagai bangsa harus berdiri dan mengatasi momok ini,” ujarnya.

“Dengan deklarasi ini, saya juga mengarahkan yang berikut; bahwa semua rumah sakit pemerintah harus memberikan perawatan medis dan sertifikat gratis untuk setiap korban pemerkosaan dan pelecehan seksual,” imbuh dia.

Menurut statistik polisi, kasus-kasus kekerasan seksual dan berbasis gender yang dilaporkan melonjak hampir dua kali lipat dari tahun lalu menjadi lebih dari 8.500 kasus. Dari jumlah itu, sepertiganya melibatkan anak di bawah umur.

Para aktivis, termasuk Ibu Negara Fatima Bio, mengatakan angka sebenarnya dari kasus pemerkosaan jauh lebih tinggi karena kebanyakan kasus tidak pernah dilaporkan.

Baca Juga  Menlu Rusia: Sanksi Baru AS pada Iran Tidak Sah

Kekerasan berbasis gender secara tradisional dipandang sebagai topik yang tabu di Sierra Leone. Hanya 12 tahun yang lalu, parlemennya mengesahkan undang-undang kesetaraan gender untuk pertama kalinya sejak 46 tahun kemerdekaan. UU itu merupakan upaya kelompok-kelompok pembela hak-hak perempuan.

Pada bulan Desember lalu, Ibu Negara memimpin demonstrasi di ibu kota untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah tersebut, dan sejak itu dia meluncurkan kampanye “Hands Off Our Girls” tentang kekerasan terhadap anak perempuan di Afrika Barat.

Dr Olabisi Claudius Cole, kepala Rainbo Initiative yang menyediakan layanan medis dan psikososial gratis bagi para penyintas kekerasan berbasis gender, menyebut deklarasi presiden itu sebagai tonggak penting dalam menangani kekerasan seksual di Sierra Leone.

Sumber: SindoNews