Tu Sop: SBY akan Selalu Dikenang oleh Orang Aceh

Ketua Himpunan Ulama Dayah (HUDA) Aceh, Teungku Muhammad Yusuf Abdul Wahab atau yang akrab disapa Tu Sop memberikan sambutan dalam acara pertemuan SBY dengan ulama Aceh di Hotel Hermes, Minggu 27 Januari 2019.

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono mendapat sambutan hangat dari para ulama Aceh.

Dalam pertemuan dengan para ulama di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Minggu 27 Januari 2019, SBY disebut sebagai sosok yang bijaksana.

Hadir dalam pertemuan tersebut, 114 ulama dari berbagai daerah di Aceh. Pertemuan ini merupakan salah satu agenda SBY selama Tour De Toba – Seulawah selama 8 hari.

SBY didampingi Edhie Baskoro Yudhoyono, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Anggota DPR RI Teuku Rifky Harsya. SBY duduk berdampingan dengan Abu Kuta Krueng, Waled Marhaban serta ulama sepuh Aceh.

Ketua Himpunan Ulama Dayah (HUDA) Aceh, Teungku Muhammad Yusuf Abdul Wahab atau yang akrab disapa Tu Sop mengatakan, SBY akan dikenang oleh masyarakat Aceh.

Baca Juga  Demi Kenikmatan Dunia, Istri Mau Layani Banyak Pria

Tu Sop mengenang konflik yang melanda Aceh selama tiga dekade. Saat itu menurutnya, keadaan sangat mencekam, masyarakat tidak bisa bergerak secara leluasa.

“Kami tidak bisa keluar malam, kami merindukan keluar di tengah malam, dan itu terjadi setelah terjalin perdamaian di Aceh,” ujar Tu Sop.

Konflik yang terjadi 3 dekade akhirnya diselesaikan dengan penandatangan kesepakatakan di Helsinki. Perdamaian, menurut Tu Sop yang terjalin saat kepemimpinan SBY merupakan wujud dari sosok SBY yang bijaksana.

“Di bawah tangannya telah mengukir sejarah Aceh. Bapak SBY, di hati orang Aceh nama bapak terukir,” ujarnya.

Tu Sop berharap, perdamaian yang terjalin harus dijaga oleh masyarakat Aceh.

Baca Juga  Bupati Aceh Timur Lantik Direksi PDAM Periode 2019-2023

“Semoga perdamaian yang telah ada terawat dengan baik. Apa yang sudah diperbaiki jangan dirusak kembali,” ujarnya.

Sementara itu SBY mengatakan, perdamaian Aceh terwujud tidak terlepas dari doa masyarakat dan ulama Aceh.

“Saya berterima kasih kepada para Abu atas doa, bimbingan dan kebersamaan para ulama ketika saya dulu mengemban tugas untuk mengakhiri konflik dengan adil dan bermartabat,” ujarnya.