21 Jan 2019

Warga Kecewa Proyek Jalan Singkil - Teluk Rumbia Belum Tuntas

news   Satri Afandi   10 January 2019 - 20:38 WIB

MEDIAACEH.CO, Aceh Singkil - Proyek peningkatan ruas jalan Singkil -Teluk Rumbia senilai Rp 20 miliar lebih tak tuntas dikerjakan, sehingga membuat warga mendatangi untuk meminta kejelasan kepada Dinas PUPR Kabupaten Aceh Singkil.

Dana proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nomor kontrak: 602.1/05/BM/DAK Penugasan/VIII/2018. Tanggal kontrak 09 Juli 2018. Pelaksanaan: PT. Peduli Bangsa. Nilai kontrak Rp 20.249.311,000.-

"Kami kecewa sebab jalan itu adalah satu-satunya jalur darat yang selama ini dilalui, itu pun kadang banjir, tetapi tak kunjung tuntas dikerjakan, padahal sudah dipagukan dananya seperti yang tertera di papan proyek," ujar Zulkarnaen, perwakilan warga Teluk rumbia, kepada wartawan Selasa, 08 Januari 2018.


Rasa kecewa itu membuat Zulkarnaen bersama sejumlah rekannya yang mewakili warga dari Gampong Teluk rumbia dan Rantau Gedang langsung mendatangi dan melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas PUPR Ir Muzni diruangan kerjanya, agar dapat menjelaskan terkait pembangunan jalan tersebut.

Dalam pertemuan, menurut Zulkarnaen jawaban Kepala Dinas PUPR tidak singkron dan tidak puas untuk diterima, sehingga Zul berencana akan mengumpulkan massa untuk melakukan aksi demo bila tak ada kejelasan dalam waktu dekat ini.

Sementara itu, Ir Muzni, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Aceh Singkil terkait proyek peningkatan jalan tersebut yang tak tuntas,  kepada wartawan, mengatakan proses pengerjaan baru berjalan dipertengahan tahun sekitar bulan awal bulan Juli  2018.

"Proses pelelangan baru berjalan dibulan lima, dan pengerjaan kontrak baru bisa di bulan juli 2018 karena ada proses - proses yang dilalui, kami sudah berusaha sekuat tenaga, dan adanya human eror dan bukan unsur disengaja," ujarnya. 

Muzni menuturkan, pembangunan proyek peningkatan jalan Singkil - Teluk Rumbia hanya terealisasi 40 persen, 20 Desember 2018 lalu proyek dihentikan karena masa kontrak sudah habis dan akan dilelang kembali.

"Upaya selanjutnya atas desakan warga dari dua gampong itu atas tak tuntasnya pengerjaan jalan tersebut, kami akan melakukan pendekatan persuasif atau melakukan pertemuan forum di tingkat kabupaten, agar terjalin kesepakatan," tuturnya.[]<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/share/clipdata_190110_203723_938.sdoc-->

TERKAIT