11 Dec 2018
Fardhah (23), relawan TFS, sedang mengajarkan Microsoft Excel kepada siswa Pulo Aceh. | Foto@Istimewa

Anak Pulo Aceh Diajari Keterampilan Komputer

news   Zikirullah Alfarisi   06 December 2018 - 10:00 WIB

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Setelah sukses di Sulawesi Selatan, kini sekolah relawan The Floating School (TFS) memperluas cakupan program pendidikan mereka ke Pulo Aceh, Provinsi Aceh. Melalui kelas informal tersebut, anak-anak pulau diajak mengenal komputer hingga cara mengoperasikannya.

Project Manager TFS, Trisna Mulyati mengatakan program sosial berbasis pendidikan ini didukung oleh pemerintah Australia melalui Alumni Grant Scheme (Skema Hibah Alumni) yang diadministrasikan oleh Australia Awards di Indonesia.

“Untuk kegiatan di Pulo Aceh, sudah berlangsung sejak 13 Juli. Kegiatannya kita pusatkan di SMP Negeri 2 Pulo Aceh di Pulau breuh yang rutin dilaksanakan setiap dua minggu sekali selama enam bulan,” kata Trisna kepada mediaaceh.co, Kamis 06 Desember 2018.

Trisna percaya bahwa anak-anak di pulau terluar dan terpencil mempunyai potensi yang sama dengan anak-anak yang lain. Menurutnya anak-anak pulau juga memiliki kemampuan secara intelektual, hanya saja perlu diberi kesempatan dan fasilitas yang sama seperti anak-anak yang menempuh pendidikan di daerah perkotaan.

”Kita mulai dari dasar, karena rata-rata mereka baru pertama kali melihat dan memegang komputer secara langsung, walaupun sebagian kecil mereka ada yang memiliki gawai”, ujar alumnus Australia tersebut.

Ia menjelaskan, untuk kelas komputer anak-anak diajarkan mengenal perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer/laptop hingga belajar Microsoft Office. Untuk perangkat komputer sendiri disediakan oleh tim relawan TFS.

Sedangkan untuk kelas prakarya anak-anak diajarkan mendaur ulang barang-barang bekas secara kreatif seperti mengolah botol bekas air mineral menjadi pelampung, kaleng cat bekas menjadi celengan, dan barang-barang bekas lainnya.

Pada pertemuan terakhir nanti, TFS akan mengadakan pameran yang menampilkan hasil program tersebut baik itu kemampuan mengoperasikan komputer dan hasil karya anak pulau itu sendiri.

“Untuk kelas prakarya akan memamerkan barang-barang hasil daur ulang sampah, sedangkan siswa kelas komputer akan mempresentasikan potensi wisata dalam bentuk Power Point,” tambah Trisna.

Terakhir kata Trisna, pilot project-nya akan berakhir pada Desember ini. Bagi yang ingin berpartisipasi sebagai relawan untuk dua pertemuan lagi masih dibuka kesempatan untuk mendaftar hingga 6 Desember 2018. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.thefloatingschoolid.org.[]

TERKAIT