15 Nov 2018
Wali murid sedang gotong royong membangun pagar sekolah, Sabtu 20 Oktober 2018. Foto: Oga Umar Dhani

Bantuan Pemerintah Dinilai Lamban, Wali Murid Gotong Royong Bangun Pagar Bambu di Sekolah

news   Oga Umar Dhani   20 October 2018 - 14:00 WIB

MEDIAACEH.CO, Nagan Raya – Wali murid dan warga gampong sekitar bergotong royong membangun pagar bambu di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Nagan Raya, Gampong Ie Beudoh, Kecamatan Seunagan Timur, Sabtu 20 Oktober 2018.

Pembangunan pagar bambu oleh wali murid tersebut karena belum adanya bantuan pembangunan pagar permanen dari pemerintah. Wali murid khawatir terhadap siswa karena tidak ada pagar pengaman di sekelingling sekolah, sehingga mereka berinisitatif melakukan gotong royong bersama.

Kepala Sekolah MIN 8 Nagan Raya M Dahlan SPd MPd, mengatakan pihak sekolah sejak tahun 2005 sudah mengajukan permohonan bantuan pembangunan pagar kepada pemerintah, baik Pemerintah Nagan Raya, Pemerintah Aceh dan Kementrian Agama selaku penanggung jawab terhadap sekolah keagamaan di Indonesia.

“Sudah sejak tahun 2005 kita usulkan untuk pembangunan pagar, namun sampai hari ini belum ada realisasinya,” katanya kepada mediaaceh.co.

Atas dasar itu, kemudian wali murid dan masyarakat sekitar berinisiatif membangun pagar seadanya dari bambu yang bahannya juga mereka bawa sendiri. Wali murid akan membangun pagar bambu sepanjang 176 meter persegi sekeliling sekolah.

“Hari ini sudah turun wali murid dan pak keuchik untuk bergotong royong membangun pagar,” katanya.

Dahlan mengatakan sekolah tersebut memiliki 105 murid dan 18 guru pengajar. Selain masalah pagar, mereka juga mengeluh karena kekurangan ruangan kelas, dimana di sekolah hanya terdapat lima ruangan kelas, sementara kebutuhan enam ruangan.

Satu ruangan lagi kurang memadai untuk proses belajar mengajar, namun karena tidak ada ruangan lain, mereka terpaksa memakainya.

“Di sini alhamdulillah kepedulian masyarakat terhadap sekolah sangat tinggi, kita dapat melihat bahan-bahan untuk membuat pagar bambu tersebut juga dibawa sendiri oleh wali murid,” katanya.

Dahlan berharap pihak terkait dapat melihat permasalahan tersebut, karena masalah pagar dan ruangan belajar sangat dibutuhkan siswa, mengingat jika tidak ada pagar permanen sangat susah mamantau pergerakan siswa ketika jam istirahat.

“Kita berharap pihak terkait dapat melihat permasalahan ini, semoga segera ada penyelesaiannya,” harapnya.

TERKAIT