12 Dec 2018
Foto@Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Aksi Heroik Para Atlet Indonesia di Asian Para Games 2018

sport   mediaaceh.co   12 October 2018 - 18:00 WIB

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh -  Asian Para Games 2018 terus berjalan dengan rentetan kisah penuh perjuangan dari para atlet yang berlaga. Bertanding dengan keterbatasan fisik membuat setiap pencapaian yang diraih oleh mereka terasa penuh haru dan kebanggaan. Kegigihan mereka bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja untuk terus maju melawan tembok yang membatasi diri.

Berikut adalah deretan aksi heroik para atlet Indonesia di Asian Para Games 2018.

Pengorbanan Karisma Evi Tiarani Berbuah Manis

Masih dari gelanggang atletik di Asian Para Games 2018, ada seorang remaja bernama Karisma Evi Tiarani yang mengorbankan masa mudanya demi kebanggaan bangsa. Turun di nomor lari 100 meter putri T47/T63, Karisma Evi melesat meninggalkan lawan-lawannya dan meraih medali emas kesembilan bagi kontingen Indonesia.

Demi prestasi ini, Evi rela mengorbankan jam sekolah. Padahal dirinya sudah memasuki tahap akhir SMA. Evi mengaku hanya datang untuk ujian saja.

"Pengorbanan terbesar itu meninggalkan sekolah, jadi saya berangkat sekolah itu pas ujian saja. Banyak pelajaran yang agak tertinggal," ujar Evi setelah menuntaskan lombanya di Stadion Utama GBK, Rabu (10/10).

David Jacobs Kalahkan Raksasa Tenis Meja

Ketika semangat membara, bahkan seekor semut pun bisa mengalahkan gajah. Begitu juga dengan David Jacobs. Tampil di final tenis meja putra TT10, ia harus berhadapan dengan lawan tangguh, Liao Han dari Tiongkok.

Ketegangan di Ecovention Ancol berubah menjadi gemuruh ketika David Jacobs mampu menuntaskan permainan dengan skor 3-1 untuk kemenangan Indonesia. Bahkan di set akhir, David sempat kehilangan performa terbaik. Tapi dengan kegigihannya, ia mampu mengembalikan kepercayaan diri dan mengakhiri set tersebut dengan skor ketat 17-15.

Emas, Perak, dan Perunggu dari Syuci Indriani

Satu atlet, tiga medali berbeda. Itulah pengalaman yang tak akan pernah dilupakan oleh Syuci Indriani. Atlet para renang ini berhasil menyabet tiga medali dari tiga nomor berbeda. Tak hanya berlomba dengan lawan, dia pun juga harus melawan kelemahannya sebagai tuna grahita demi mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Kekalahan Nita Sulastri, Kebanggaan Suami

Tim goalball Indonesia harus gigit jari setelah dikalahkan Iran, Rabu (10/10/2018). Tapi perjuangan gigih Nita Sulastri, salah satu anggota tim goalball Indonesia bikin sang suami, Wahid Dudin Nurul Mukminin bangga luar biasa.

"Selamat ya sayang, pertandingan sudah selesai. Saya bangga kamu sudah membela Indonesia meski belum bisa memberi hasil maksimal," ujar sang suami, menyambut istrinya.

Kebahagiaan bercampur haru ketika ternyata diketahui bahwa kedua pasangan ini memiliki kelemahan dalam penglihatan. Dengan bantuan para relawan dan media, Wahid Dudin akhirnya bisa memeluk Nita kembali.

Pelari Putri Sapu Bersih Lari 100 Meter

Sebuah impian olahraga Indonesia di bidang atletik bisa menyapu bersih semua medali, baik emas, perak, mau pun perunggu dalam satu kesempatan. Impian tersebut menjadi nyata di Asian Para Games 2018. Tiga pelari putri, yaitu Putri Aulia, Ni Made Arianti Putri, dan Endang Sari Sitorus secara berurutan menjadi juara pertama, dua, dan tiga di lomba para atletik nomor 100 meter T13 untuk putri.

"Tentu saja kami bertiga merasa sangat senang karena bisa bersama-sama berada di podium," kata Putri Aulia kepada Bola.com.Sementara itu Endang Sitorus merasa bahagia dengan dukungan dari masyarakat.

"Terima kasih atas dukungan seluruh penonton dan masyarakat Indonesia sehingga kami mampu berprestasi di tingkat Asia," ungkapnya.[] Sumber: Bola.net

TERKAIT