21 Oct 2018

Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur Aceh Singkil

news   Satri Afandi   12 October 2018 - 16:00 WIB

MEDIAACEH.CO, Aceh Singkil - Kabupaten Aceh Singkil saat ini masih berstatus daerah tertinggal, mungkin salah satu faktor penyebabnya adalah karena masih kurangnya sarana infastruktur dalam wilayah setempat.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota DPR RI, Irmawan saat kunjungan kerja bersama komisi V untuk meninjau infastruktur dan transfortasi ke Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Kamis 11 Oktober 2018.

"Kita berharap dengan ditingkatkannya pembangunan infrastruktur yang dapat terselesaikan dengan menggunakan dana APBN, di tahun 2019 Aceh Singkil bisa dilepaskan dari status daerah tertingal, dan segala pembangunan dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik," katanya.

Ia mengatakan, kunjungan ini dilakukan dalam rangka mempercepat proses pembangunan infrastruktur dan transportasi di Kabupaten Aceh Singkil serta dipastikan dapat dimanfaatkan masyarakat setempat dengan baik.

Komisi V DPR RI yang berkunjung ke Aceh Singkil yakni Irmawan, Jhoni Allen Marbun, Muh Unais Ali Hisyam dan Sahat Silaban, dengan membawa mitra kerja dari kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kemendes PRT, BMKG dan Basarnas.

Rombongan Komisi V didampingi Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, Wabup Sazali, Sekda Azmi, Ketua DPRK Aceh Singkil, meninjau sejumlah lokasi, yakni Pelabuhan Laut di Gampong Pulo Sarok, Bandara Syekh Hamzah Fansuri di Singkil Utara, dan Infrastruktur jembatan dan jalan Singkil - Kuala Baru yang menhubung dengan Trumon Aceh Selatan.

Terkait dengan jembatan Singkil - Kuala Baru yang progresnya sangat minim dikerjakan dari dana APBA, Irmawan mengatakan, pihaknya akan mengupayakan mencari cara supaya jalan jembatan dapat ditangani dari dana APBN.

"Kita telah mencari cara apakah nanti jembatan Singkil - Kuala Baru Aceh Singkil dengan Trumon Aceh Singkil, Provinsi Aceh, bisa kita tangani dengan anggaran APBN, ini akan diupayakan agar cepat selesai," katanya.

Selain jembatan Singkil - Kuala Baru yang menjadi perhatian Komisi V DPR RI, kemudian tanggul raksasa pengaman banjir, di Kecamatan Gunung Meriah,juga menjadi perhatian serius sebab hal itu sudah lama menjadi persoalan dalam mengatasi banjir.

"Saya pikir sepanjang tanggul ini belum bisa diselesaikan, Singkil ini tidak lepas dari ancaman banjir, kita berharap kedepan, meminta Kementerian PUPR dalam hal ini Dirjen Air untuk mengalokasikan anggaran nya lebih besar, agar penanggulangan banjir ini bisa terselesaikan dengan baik," ujarnya.

"Muda mudahan dengan kunjungan ini Insy Allah ada manfaatnya, dari insfratruktur yang selama ini belum terselesaikan, semoga dalam waktu dekat dan cepat diselesaikan dengan anggaran APBN nantinya", ujarnya.

TERKAIT