16 Jul 2018
Uji baca Alquran cagub dan cawagub Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh | Foto@Okezone.com

Caleg DPRA dan DPRK Diwajibkan Mampu Baca Alquran

politik   Zikirullah Alfarisi   12 July 2018 - 17:00 WIB

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mewajibkan calon anggota DPR Provinsi Aceh (DPRA) dan DPRD kabupaten/kota di Aceh (DPRK) mampu membaca Alquran bagi yang beragama Islam. Petunjuk teknis uji mampu baca Alquran bagi bakal caleg baru saja diterbitkan melalui Keputusan KPU No. 869/PL.01.4-Kpt/03/KPU/VII/2018 tertanggal 6 Juli 2018. 

Kewajiban bakal caleg DPRA dan DPRK mampu membaca Alquran juga telah diatur dalam Qanun Aceh No. 3 tahun 2008 pada Pasal 13 ayat (1) butir c.

Nantinya, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh atau KPU di provinsi Aceh, membentuk tim uji mampu baca Alquran untuk DPRA. Tim tersebut diisi oleh perwakilan dari Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an Aceh, serta Kementerian Agama Provinsi Aceh.

KIP kabupaten kota juga membentuk tim uji seperti yang ditugaskan KIP Aceh. KIP Aceh dan KIP kabupaten/kota pun mesti mempersiapkan tempat uji baca Alquran dilaksanakan.

Kemudian, bakal caleg akan diminta membaca surat dan ayat Alquran yang ditentukan tim penguji selama lima menit. Surat dan ayat yang dibaca ditentukan oleh tim penguji. Saat tes berlangsung, masyarakat boleh menyaksikan namun tetap harus menjaga ketertiban.

"Uji mampu baca Alquran dilakukan dengan berhadapan langsung dengan Tim Uji Mampu Baca Alquran," bunyi Tata Tertib Pelaksanaan Uji Mampu Baca Alquran poin 9.

Penilaian mencakup aspek penguasaan Ilmu Tajwid, Fashahah dan Lagu. Bobot penilaian antara lain, ketepatan membaca huruf hijaiyah sejumlah 40 poin, ketepatan bacaan baris (harkat dan maad) sejumlah 40 poin, serta adab dan penampilan sejumlah 20 poin.

"Peserta uji mampu baca Alquran dinyatakan lulus apabila mendapat jumlah nilai paling kurang 50 poin dan paling banyak 100 poin," mengutip bagian Penilaian Uji Mampu Baca Alquran poin 1 huruf d.

Kemudian, surat keterangan mampu baca Alquran diterbitkan kepada bakal caleg yang dinyatakan lulus uji.

Penilaian mencakup aspek penguasaan Ilmu Tajwid, Fashahah dan Lagu. Bobot penilaian antara lain, ketepatan membaca huruf hijaiyah sejumlah 40 poin, ketepatan bacaan baris (harkat dan maad) sejumlah 40 poin, serta adab dan penampilan sejumlah 20 poin.

"Peserta uji mampu baca Alquran dinyatakan lulus apabila mendapat jumlah nilai paling kurang 50 poin dan paling banyak 100 poin," mengutip bagian Penilaian Uji Mampu Baca Alquran poin 1 huruf d.

Kemudian, surat keterangan mampu baca Alquran diterbitkan kepada bakal caleg yang dinyatakan lulus uji.[]

TERKAIT