21 Jun 2018
Direktur LSM KANA, Muzakir

Muzakir: LSM Tugasnya Pengontrol Sosial, Bukan 'Pelacur Politik'

news   Musliadi   13 June 2018 - 08:00 WIB

MEDIAACEH.CO, Aceh Timur - Direktur LSM Komunitas Aneuk Nanggoe Aceh (KANA) menyebutkan, saat ini banyak oknum LSM yang datang ke Aceh Timur hanya membuat kegaduhan, bahkan hanya untuk mengotori nama baik Aceh Timur yang selama ini terjaga dengan baik. 

Hal itu ditanggapi Direktur LSM KANA, Muzakir, terkait sejumlah issue yang menyudutkan nama organisasinya di beberapa media online beberapa hari lalu, Rabu 13 Juni 2018.

Dirinya sebagai salah satu Direktur LSM di Aceh Timur tahu betul tentang tupoksi sebagai LSM, yang menurutnya memiliki tugas pokok sebagai pengontrol sosial baik tentang kebijakan pemerintah untuk rakyat, maupun tentang suara rakyat terhadap pemerintah. Namun menurut Muzakir, Ia juga sangat menyayangkan jika ada LSM yang hanya menggunakan Lembaganya untuk mencemari dengan "kotoran" nama baik Aceh Timur. 

"Kita sangat menyadari bahwa tugas LSM adalah sebagai pengontrol sosial dan politik, dan bukan 'pelacur politik' yang hanya mencemari nama Aceh Timur. Sebagai putra asli daerah kami berkewajiban mengomentari tentang issue-issue yang mencuat di Aceh Timur, tapi kita juga sangat menyayangkan jika ada LSM yang datang kesini, yang asal usulnya tidak jelas malah bukan ingin memperbaiki Aceh Timur, tapi mereka malah membuat kegaduhan dengan cara menghantam instansi tertentu demi kepentingannya pribadinya, persoalan ini harus diketahui rakyat, bahwa ada LSM yang hanya datang ke Aceh Timur untuk meraut keuntungan di bumi nurul A'la ini, kemudian pulang ke kampung halamannya yang tidak jelas asal usulnya," kata Muzakir.

Terkait masalah panwaslu kabupaten gelar buka puasa bersama dengan salah satu pimpinan partai politik itu bukan urusannya, apalagi dirinya tidak ada kepentingan secara pribadi baik dengan panwaslu Aceh Timur dan salah satu pimpinan partai politik tersebut, namun dirinya hanya ingin meluruskan permasalah itu sesuai apa ia lihat dan ia dengar saat kejadian itu, karena secara kebetulan dia mengaku ada disana pada saat itu.

"Jujur secara pribadi saya tidak ada kepentingan dengan siapapun termasuk dengan panwaslu Aceh Timur dan ketua partai politik itu, tapi saya hanya ingin meluruskan apa yang sebenarnya terjadi pada hari itu, dan saya adalah objeknya (pelaku) pada saat itu, sedangkan orang lain hanya menerka dan mengada-ada persoalan itu sehingga semakin besar, tapi itu tidak masalah karena bukan urusan kami," kata Muzakir.

Sebagai LSM yang sudah lama berkiprah di Aceh Timur, Ia menyayangkan ada oknum LSM yang melibatkan banyak 'kurcaci' dalam mencari uang receh di Aceh Timur/ 

"Kita tidak ingin seperti mereka yang memamfaatkan orang-orang yang mau dibodohi oleh oknum LSM tersebut dalam melancarkan tipu muslihatkan untuk meraut uang receh di Aceh Timur, dan memeras oknum penjabat, saya rasa itu perbuatan yang sangat kotor dibandingkan perbuatan berkaki empat," ujarnya lagi. 

Ia merasa heran dengan sikap Yunan Nasution yang mengaku diri sebagai salah satu di aktifis Aceh Timur, padahal dalam pemberitaan, dirinya tidak pernah menyebutkan nama yang bersangkutan. Sehingga kata Muzakir, dirinya heran, apa yang sebenarnya terjadi selama ini. 

"Saya juga heran dengan si-Yunan itu, tiba-tiba dia merasa terusik dengan pemberitaan yang saya liris, apa jangan-jangan dia merasa kebakar jenggot dengan pemberitaan yang saya rilis, itu saya tidak tahu? atau jangan-jangan ada kepentingan lain, saya juga tidak tahu, yang pasti siapa yang makan nangka dialah yang akan terkena getahnya pada suatu saat," kata Muzakir. 

Ia juga tidak mau larut dengan 'perang argumen' di media massa dan media sosial, karena menurutnya LSM nya merasa tidak terusik dengan segala persoalan yang terjadi selama ini, tetapi kata Muzakir, jika sudah dijual, dia akan borong semua, siapapun itu tanpa terkecuali, Demikian Kata Muzakir salah satu LSM yang popular di Aceh Timur.

TERKAIT