22 Oct 2018

Kasus Penembakan Rumah di Aceh Utara Tiga Tersangka Ditangkap Terkait Sabu, Pemilik AK56 Buron

news   Zulkifli Anwar   23 April 2018 - 14:00 WIB

MEDIAACEH.CO, Aceh Utara -Terkait kasus penembakan rumah Ahmad Budiman, 71 tahun, di Gampong Geumata, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara beberapa waktu lalu, Polres Aceh Utara telah mengamankan dua tersangka termasuk Ulul Azmi, 30 tahun, menantu pemilik rumah. Namun kedua tersangka ditangkap dan ditahan terkait kasus jual beli narkotika jenis sabu, serta peracikan pil inex palsu.

Dalam kasus narkotika itu, satu tersangka lainnya, Wanda juga telah diamankan di Polres Lhokseumawe. Sementara itu, satu tersangka pemilik senjata api jenis AK 56 kini berstatus buron atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Aceh Utara.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin dalam konferensi pers yang digelar di Polres Aceh Utara, Senin (23/4/2018) menyebutkan, dalam penembakan rumah Ahmad Budiman yang merupakan mertua Ulul Azmi (13/4/2018) lalu, pihaknya melakukan penyelidikan dan penembangan.

“Ulul Azmi pernah mendapat pesan ancaman dari Wanda, pesan itu dititipkan melalui Fatah. Saat ini ketiganya sudah diamankan terkait sabu. Ulul Azmi dan Fatah ditahan di Polres Aceh Utara, sementara Wanda ditahan di Polres Lhokseumawe karena lokasi transaksi sabu terjadi di Lhokseumawe,” ujar Ian Rizkian didampingi Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah.

Ditambahkan, “Berawal dari kasus itu, kita memperoleh informasi mengenai senpi ini karena kasus yang terjadi penembakan, jadi kita kejar tersangkanya. Pada 20 April kita kejar tersangka penembakan mulai dari Bireun hingga Aceh Timur dan diback-up Polres Aceh Timur. Namun pemilik senjata api berhasil kabur di kawasan Peureulak. Setelah kita geledah rumahnya, kita temukan sepucuk senpi AK 56, 2 magazine dan 66 butir amunisi AK 56,” terang Kapolres Aceh Utara.

Kata AKBP Ian, Fatah, 30 tahun, merupakan warga Gampong Rawa, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara. “Fatah dan Ulul Azmi memberi keterangan yang berbelit-belit saat diperiksa, namun hasil tes urin keduanya positif narkoba. Selain itu kita juga mengamankan alat isap sabu (bong) dan pirek berisi sabu,” ucapnya.

“Pemilik senpi masuk DPO, namun kita belum bisa memastikan apakah pemilik senpi itu pelaku pemberondongan rumah atau bukan. Nanti dengan barang bukti proyektil yang ada akan diuji balistik di laboratorium forensik. Apakah senpi ini yang digunakan untuk memberondong rumah Ulul Azmi atau bukan. Jika memang nantinya hasil uji balistik menyatakan bukan senpi ini yang digunakan untuk penembakan rumah, maka pemilik senpi akan dijerat terkait kepemilikan senjata api ilegal,” jelas Ian Rizkian.

AKBP Ian menyebutkan, Ulul Azmi bertugas mencari sabu jika ada yang pesan. “Dia (Ulul Azmi) juga membuat inex palsu yang dijual kepada orang lain. Jika ada yang memesan sabu 1 kilogram, maka yang diberikan kurang dari itu. Saat uang diminta kembali, sudah tidak ada lagi dan hingga saat ini belum dikembalikan.  Motif dari hasil penyelidikan kita, kasus ini terkait utang piutang narkoba dan ada pemalsuan narkoba juga,” pungkas AKBP Ian Rizkian Milyardin.

Dalam konferensi pers tersebut, Ulul Azmi mempraktekkan caranya membuat inex palsu. Dia memakai bahan dasar obat sakit kepala Bodrex yang dihaluskan dengan kertas pasir hingga ukurannya sama dengan inex.

Seperti yang diberitakan sebelumnya,Dua Orang Tak Dikenal (OTK) melakukan penembakan di rumah Ahmad Budiman, 71 tahun yang berada di Gampong Geumata, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Jumat (13/4) sekitar pukul 06.00 WIB. Empat kali tembakan itu mengenai dua unit mobil, tembok teras rumah dan dinding kamar bagian luar. []

TERKAIT