25 Sep 2018
Foto@Istimewa

Workshop Manajemen Bencana TDMRC Diikuti oleh 13 Negara

news   Zikirullah Alfarisi   17 April 2018 - 22:30 WIB

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh - Sebanyak 13 negara mengikuti Workshop Manajemen Bencana yang diselenggarakan oleh Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala. Kegiatan yang bertajuk International Workshop On Management for Countries in The Regions of Pacific, Africa, Europe, South America and Carribean 2018 ini dilaksanakan di Kryiad Muraya Hotel, Senin 16 April 2018.

Wakil Rektor IV Unsyiah, Dr. Nazamuddin M.A, mengatakan sejak  tsunami yang terjadi pada 2004 silam, Unsyiah telah aktif mengampanyekan manajemen risiko bencana, khususnya di kawasan yang rentan terhadap dampak tsunami. Sebab menurutnya Unsyiah telah berkomitmen untuk terus mengembangkan pengetahuan dan teknologi dalam menanggulangi bencana dan mengurangi dampaknya.

“Selain itu kita juga ingin meningkatkan kemampuan mahasiswa, dosen, serta institusi Unsyiah terhadap mitigasi bencana,” kata Nazamuddin.

Oleh sebab itu, pada tahun 2006 Unsyiah telah mendirikan pusat penelitian bencana TDMRC yang hingga saat ini telah melayani sejumlah organisasi baik secara individu maupun komunitas.

“Pusat penelitian ini juga secara sistematis telah mengembangkan kapasitasnya untuk memberikan pengetahuan yang lebih baik dalam manajemen bencana,” ujar Nazamuddin.

 Ketua Panitia, Ibnu Rusdi, mengatakan workshop ini merupakan kerja sama antara Kementerian Luar Negeri Indonesia dengan Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Unsyiah. Para peserta berasal dari beberapa negara yang memiliki kondisi geologis yang sama dengan Aceh.

“Negara-negara tersebut berasal dari kawasan dengan resiko bencana yang tinggi, seperti negara di kawasan Asia Pasific,” ujarnya.

Diplomat Senior Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, Savitri Wahab, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah Indonesia dalam upaya membangun kesadaran kolektif terhadap manajemen risiko bencana. Menurutnya Aceh menjadi contoh ideal untuk menyelenggarakan kegiatan ini karena memiliki pengalaman panjang dalam menanggulangi resiko bencana.

“Aceh punya pengalaman dalam disaster management. Saya kira itu fokus yang akan kami berikan karena sebagai negara Indonesia, kita punya tanggung jawab untuk meningkatkan kapasistas management disaster,” pungkasnya.[]

TERKAIT