18 Jul 2018

Aksi Demo yang Dilakukan oleh Ratusan Guru di Aceh Timur Dinilai Ada Kepentingan Segelintir Oknum

news   mediaaceh.co   17 April 2018 - 08:00 WIB

MEDIAACEH.CO, Aceh Timur - Ratusan guru terdiri dari guru SD, SMP, SMA, dan SMK di Aceh Timur, Senin 16 April 2018 kemarin, menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRK Aceh Timur.

Dalam aksinya, guru menuntut Pemkab Aceh Timur segera membayar tunjangan profesi guru (tunjangan sertifikasi) jatah bulan Desember 2016 untuk 2.080 orang guru di Aceh Timur.

Ketua LSM Masyarakat Peduli Aceh Timur (MeUpat), Musliadi, menilai aksi tersebut tidak terlepas diselimuti oleh kepentingan oknum-oknum yang ingin mencalonkan diri sebagai bakal calon anggota legeslatif di pemilu mendatang.

"Awalnya kami kira, aksi demo para guru terkait belum lunas dibayarnya gaji sertifikasi pada tahun 2016 oleh pemerintah, itu murni kepentingan dan tuntutan para guru, karena sangat wajar jika mereka mendemo meminta hak mereka, tapi ternyata setelah kita telusuri, ada udang dibalik batu, bahkan penuh dengan kepentingan segelintir oknum yang mencari nama dan polularitas, karena dirinya ingin mencalonkan diri sebagai bakal calon DPRI di pemilu mendatang" ungkap Musliadi. 

Musliadi mengatakan, setelah pihaknya menggali informasi secara mendalam, demo tersebut disponsori oleh LSM yang sengaja datang dari luar Aceh Timur untuk memperkeruh kondisi aman dan kondusif di Aceh Timur selama ini.

"Saya rasa jika kepentingannya murni ingin memperjuangkan hak guru, kalau menurut saya itu harus kita apresiasi, tapi sebaliknya jika dibalik semua itu ada kepentingan pribadi apalagi ingin mencalonkan diri sebagai anggota dewan, itu sama dengan mengkambing-hitamkan pihak lain demi hasrat dan nafsu belaka mereka saja" sambung Musliadi. 

Musliadi mengharapkan kepada masyarakat agar tidak termakan dengan tawaran oknum-oknum LSM yang awalnya ingin sama-sama memperjuangkan aspirasi rakyat, namun  ujung-ujungnya mereka meminta imbalan dan simpati dari rakyat agar dipilih dalam pemilu yang akan datang. 

"Rakyat harus cerdas, apalagi ini sudah masuk musim pemilu, semua datang menawarkan diri untuk sama-sama memperjuangkan hak rakyat, tapi akhirnya mereka mengharapkan imbalan dan simpati bahkan pamoritas agar mereka terpilih. Nah, disini rakyat harus jeli melihat suatu masalah dan kepentingannya untuk apa dan siapa, apalagi orang luar, ini bahaya bagi kita sendiri," sambungnya lagi.[]

TERKAIT